Nama Anak

  • Nama lengkap: Syamsur Rizal Bani Zamzam
  • Umur, TTL: 7 Tahun | Tangerang, 20 April 2009
  • Nama Bapak: Basyir Ahyani
  • Pekerjaan Bapak:
  • Pekerjaan Ibu:
  • Jenis Kanker: Tumor Neuroendokrin
  • Aku Suka:
  • Makanan: Nasi, Ayam Goreng, Sosis, Ikan
  • Binatang: Dinosaurus
  • Warna: Hijau
  • Film/Lagu: Transformer, Upin Ipin dan Mobil Balap
  • Hobby: Main Game, Mainan Mobil-mobilan atau Robot
Selengkapnya

Cooking Class – Membuat Sandwich

Dear Diary..

Hari ini aku menjalani pendampingan bersama Kak Riza dan Kak Yogani.

Saat Kak Riza dan Kak Yogani datang sedang ada ayah, bude, teman, dan kakak ku di rumah. Aktivitas hari ini hanya dilakukan di dalam kamar saja karena aku masih asik menonton ketika kakak-kakak datang.

Oh ya, kakak-kakak mengajakku membuat cooking class dengan membuat dan menghias roti sederhana. Aku membuat roti untukku sendiri sekaligus membuatkan untuk orang-orang di rumah dengan hiasan coklat lucu.

Awalnya aku sedikit malas karena kondisiku yang kurang maksimal, tetapi ketika sudah disiapkan dan perlihatkan bahan-bahannya, akhirnya aku pun mau. Kakak-kakak membantuku menata hiasan di roti dengan menyerahkan semua pilihan rasa kepadaku. Aku juga membuatkan roti utk bude dan ayah. Spesial untuk Ayah, Aku membuat hingga 3 lapisan, karena ayah suka sekali roti. Tadinya aku juga mau membuatkan roti untuk kakak, tapi karena rotinya habis, gak jadi deh.

Seperti biasa, Rizal bisa diajak kerja sama dan pada akhirnya semangat sekali membuat roti. Dan minta disisakan keju karena dia suka gadoin keju. Selesai kegiatan, Rizal kembali memilih menonton kartun sembari makan es kiko, lalu kembali tiduran.

Ayah dan Bude menceritakan kondisiku ketika melakukan pengobatan terapi nuklir. Bude menceritakan bahwa sebenarnya Ayah dan Bude sudah mendaftar dari November 2016 tapi krn obat yg dibutuhkan setiap bulannya sangat terbatas, jadilah ditangguhkan ke Januari.

Di Januari pun, kondisiku sempat di luar dugaan atau down, jadi obat yg masuk yg harusnya 100 mercury hanya bisa masuk 37 mercury. Dan itu mengakibatkan beberapa bagian tubuh ku jadi bengkak2 dan selama dua hari, kesadaranku hanya 20%.

Ayah dan Bude bercerita, bagian terberat adalah saat setelah terapi, karena harus menunggu beberapa jam dulu baru bisa bertemu denganku. Ketika mengobrol pun tidak bisa lama-lama karen efek sinar yang juga bisa membahayakan bude atau ayah.

Setelah menjalani terapi nuklir aku jadi jarang merasa mual atau sakit kepala. Oh ya Bude juga bilang kepada kakak-kakak kalau aku butuh pempers ukuran double L atau M dewasa, karena sangat dibutuhkan saat menjalani terapi. Bude juga bilang, ingin aku dibelikan kursi roda yang ada pengamannya.

Itu saja cerita pendampinganku hari ini.. Terima kasih Kak Riza dan Kak Yogani.

Komentar