Pita Kuning kali ini mengadakan Kegiatan luar ruang Teenager Day Out bersama Anak Pita Kuning (APK)  yang khusus di selenggarakan untuk anak usia remaja yang diadakan di Jungle Land, Bogor, Jawa Barat. Karena saat ini beberapa Anak Pita Kuning telah menginjak masa remajanya dan seperti yang kita ketahui, bahwa pendekatan psikologis pada anak usia remaja memiliki trik nya tersendiri.  

Acara yang di laksanakan pada tanggal 2 Mei 2018 ini di hadiri oleh APK yaitu Deryl, Cindy, Dhina, dan Akmal.  Pada kesempatan kali ini APK yang hadir lebih sedikit dari yang sebelumnya telah di jadwalkan karena kondisi kesehatan untuk APK yang lain tidak memungkinkan untuk bepergian sehingga batal untuk hadir.

Tema yang diambil kali ini mengenai hubungan APK dengan orang tua dan agar anak anak tersebut dapat merasakan kegiatan remaja pada umumnya.  Selain itu, Kegiatan Teenager Day Out kali ini bersamaan dengan penyerahan donasi dari Guardian Indonesia untuk Pita Kuning. Sehingga bus dari meeting point ke venue, tiket masuk, dan makan siang di berikan oleh Guardian Indonesia.

Setelah sampai di lokasi, acara di mulai dengan kegiatan penyerahan donasi yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah itu APK memulai untuk bermain di area Jungle Land dengan didampingi oleh para relawan Pita Kuning. Sekitar pukul 12.30, acara di lanjutkan untuk sesi bincang-bincang dengan para psikolog Pita kuning di sebuah restoran dan di lanjutkan makan siang.

Acara Teenager Day Out kali ini berjalan lancar sesuai dengan harapan,  terlihat pula pada kegiatan bersama psikolog para APK mengikuti sesi dengan baik. Mereka mau secara terbuka bercerita mengenai hubungan dengan orang tuanya selama ini meski kadang masih ada yang malu-malu. Terlihat juga APK yang sangat antusias dan bersemangat dengan kegiatan yang di lakukan di area Jungle Land tersebut. Acara Teenager Day Out ini di mulai pukul 07.00 WIB dan pada pukul 15.00 WIB para tim relawan dan APK telah kembali ke Jakarta. Untuk kegiatan Teenager Day Out selanjutnya akan diselenggarakan di museum-museum sekitar Jakarta Kota.

Jakarta, 17 Desember 2016 – “Great things are done by a series of small things brought together” – Vincent Van Gogh. Mungkin itulah yang menggambarkan suasana Sabtu siang itu di Kolega Co-Working Place, Tebet dalam acara Share Hope. Pasalnya, Pita Kuning dan beberapa yayasan serta komunitas kanker lainnya, berkumpul bersama, berbagi, serta menjadi bagian dari dukungan soft launching sebuah platform digital sharing bernama warehope.com. Warehope.com adalah sebuah wadah untuk menghubungkan dan saling berbagi bagi para cancer survivor, cancer fighter dan cancer supporter.

Pita Kuning, yang diwakili oleh Mba Tyas Handayani selaku Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, mendapatkan kehormatan untuk duduk bersama beberapa yayasan dan komunitas kanker lainnya, dan berbagi mengenai permasalahan kanker. Acara yang bertemakan “Creating Social Support System for Cancer Fighter, Survivor and Supporter” ini turut mengundang beberapa komunitas dan yayasan kanker lainnya seperti, Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Komunitas Srikandi, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, dan Cancer Buster Community untuk berbagi cerita dan pengalaman.


Kegiatan siang itu diawali dengan talkshow yang pembicaranya terdiri dari Mba Tyas Handayani, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Ibu Endah, Founder  Komunitas Srikandi dan Ibu Lifina Dewi Pohan, seorang Psikolog Klinis.

“Pita Kuning hadir untuk membantu, berusaha untuk dapat selalu memberikan harapan dan kebahagiaan demi meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan kanker”, ujar Mba Tyas yang kala itu bercerita tentang yayasan yang kini ia pimpin dan berfokus pada pemberian perawatan paliatif bagi para pasien anak dengan kanker beserta keluarganya.

Selain itu, Ibu Endah dari Komunitas Srikandi berbagi pengalaman terkait perjuangannya melawan kanker dan kini ia menjadi seorang survivor dan aktif melakukan kegiatan pemberian dukungan bersama rekan-rekan komunitas, kepada para perempuan yang memiliki dan sedang berjuang dengan kanker.

“Ini bukan jadi musibah, tapi hikmah dan kebaikan bagi keluarga saya.”, ujar Ibu Endah yang telah menjadi cancer survivor selama 13 tahun. Bagi beliau kanker yang ia pernah alami memberikan hikmah dan kebaikan khususnya bagi keluarganya, membuat keluarganya lebih dekat. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa berkat kanker yang ia alami, mendatangkan banyak teman baru yang memiliki pengalaman yang sama.

Ibu Lifina, seorang Psikolog Klinis menjelaskan tentang bagaimana sih seharusnya penanganan yang tepat untuk para pasien kanker dan juga keluarganya. “Yang dimaksud dengan peduli adalah tidak hanya mengetahui penyakit itu, tapi juga memahami dampaknya”, ujar Ibu Lifina mengenai bagaimana seharusnya sikap orang-orang terdekat dari pasien kanker dalam menangani atau mendampingi mereka.

Selain talkshow oleh para tiga pembicara tersebut, para perwakilan komunitas yang hadir juga turut dipersilahkan untuk berbagi cerita dan pengalamannya terkait kanker. Seperti dua orang cancer survivor dari Cancer Buster Community, Cindy, cancer survivor selama 7 tahun & Rama cancer survivor selama 5 tahun juga turut berbagi pengalaman mereka memerangi kanker dan juga dampak sosial dalam kehidupan mereka.

Pengalaman dan cerita teman-teman dari berbagai komunitas dan yayasan memberikan pemahaman dan membuka mata satu sama lain tentang bagaimana perjuangan melawan kanker dan bagaimana menyikapi serta memberikan dukungan pada keluarga atau teman terdekat yang memiliki kanker.

Semangat teman-teman yang hadir untuk berbagi ini yang juga mendasari diciptakannya platform bernama warehope.com. Siang itu, selain talkshow, juga merupakan sebuah moment kakak-kakak dari @XLFutureLeaders Batch 3, untuk memperkenalkan proyek akhir mereka.

“Warehope.com merupakan sebuah platform digital untuk menghubungkan para cancer fighter, survivor dan supporter untuk saling berbagi,”- ungkap Kak Risma Nadira, salah satu @XLFutureLeaders Batch 3, yang juga merupakan Founder warehope.com.

Dengan adanya warehope.com, diharapkan semakin banyak para cancer fighter yang tidak merasa sendiri dalam menjalani perjuangan mereka, serta akan lebih banyak para cancer survivor yang dapat berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Selain itu platform ini juga dapat menjadi wadah bagi para individu atau organisasi yang ingin memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang melawan kanker. Because, the more we share, the more we have.

Jakarta, 18 Desember 2016 – Lebih dari 200 orang penggemar zumba dan keluarga besar PT PP Properti, Tbk. memenuhi Parkir Selatan Senayan, Minggu pagi 18 Desember 2016. Pada kesempatan tersebut, mereka berkumpul untuk bersama-sama menunjukan kepedulian terhadap para pasien anak dengan kanker di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia melalui kegiatan penggalangan dana Zumba Party for Charity: Hop for Hope.

Hop for Hope merupakan sebuah program Corporate Social Responsibility PT PP Properti, Tbk. yang diselenggarakan sekaligus untuk merayakan HUT ke-3 perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut. Tidak hanya sekedar memberikan dana bantuan saja, namun PT PP Properti, Tbk. mengajak masyarakat untuk turut serta, khususnya para zumba lovers untuk menunjukan kepedulian kepada pasien anak dengan kanker serta mendukung gerakan hidup sehat melalui senam zumba.

Ketua dan Wakil Ketua Pita Kuning berfoto bersama jajaran Direksi PT PP Properti

Dalam rangkaian ulang tahun PT PP Properti, Tbk. yang ke-3, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), mendapatkan kehormatan untuk bergandengan tangan bersama membantu adik-adik pasien anak dengan kanker melalui serangkaian kegiatan Hop for Hope. Salah satunya, kunjungan ke salah satu rumah Anak Pita Kuning, selaku penerima dana bantuan, Muhammad Jafissyah pada 9 Desember 2016. Para jajaran direksi yang turut hadir dalam kunjungan tersebut merasa tersentuh ketika mengunjungi Jafis, yang memiliki kanker otak, yang membuatnya hanya dapat terbaring di atas kasur.

“Pada kesempatan ini kami memberikan kontribusi dengan memberikan donasi kepada anak-anak penderita kanker melalui Pita Kuning. PT. PP Properti bersama Pita Kuning melakukan satu aksi kemanusiaan, mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan berolahraga melalui senam zumba yang diadakan pada hari Minggu, 18 Desember 2016”, ungkap Taufik Hidayat, Direktur Utama PT PP Properti, Tbk.

Acara diawali dengan prosesi melompat bersama antara Direktur Utama PT PP Properti, Tbk., Bapak Taufik Hidayat, Ketua Pita Kuning, Mba Tyas Handayani dan Zumba Instructor, Mb Deti.

Senam zumba berjalan meriah dan menyenangkan, para peserta melakukan gerakan-gerakan zuma dengan bersemangat, tak terkecuali para jajaran direksi PT PP Properti Tbk., dan para Tim Operasional Pita Kuning. Menariknya, setelah sesi senam zumba berakhir, seluruh peserta zumba tanpa terkecuali diajak untuk melakukan manequin challenge bersama, seru sekali!

Tidak hanya senam zumba bersama, para peserta juga dapat menyaksikan talkshow kesehatan bersama praktisi gaya hidup sehat, Erikar Lebang, membahas tentang food combining. Tidak hanya itu, para peserta senam zumba Hop for Hope juga dapat mengunjungi berbagai booth di healthy bazaar dari para komunitas gaya hidup sehat.

Di penghujung acara, jajaran direksi PT PP Properti, Tbk., yang diwakili oleh Bapak Taufik Hidayat, selaku Direktur Utama menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp. 200 juta rupiah kepada Mba Tyas Handayani, selaku Ketua Pita Kuning. Pita Kuning berharap, kerja sama yang dilakukan bersama PT PP Properti, Tbk. dalam membantu pasien anak dengan kanker dari keluarga prasejatera di Indonesia menjadi suatu kerja sama yang berkelanjutan.

Penyerahan donasi dari pihak PT PP Properti kepada Pita Kuning

Penyerahan sertifikat penghargaan sebagai bentuk tanda terima kasih kepada pihak PT PP Properti oleh Mba Tyas, Ketua Pita Kuning.

“Kami berharap, PT PP Properti dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam membantu sesama dan berdonasi untuk anak-anak kanker di Indonesia”, tambah Mba Tyas Handayani seraya mengucapkan syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan dukungan PP Properti.

Jakarta, 8 Desember 2016 – Setelah berkenalan dengan para teman media dalam Media Luncheon siang hari, Yayasan Pita Kuning Indonesia melanjutkan acara selanjutnya pada malam dengan para donatur melalui Donors Night. Acara yang diadakan di Bebek Bengil Menteng, Jakarta Pusat pukul 19.00 sampai selesai ini mengundang para donatur yang pernah berkontribusi memberikan donasi kepada Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

Donors Night yang diadakan oleh Pita Kuning merupakan bentuk apresiasi kepada para donatur yang selama ini terlah membantu keberlangsungan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dan membantu meringankan beban para pasien anak dengan kanker. Selain itu, dalam acara tersebut merupakan momen bagi Pita Kuning baru dalam memperkenalkan diri beserta seluruh tim operasional yang ada, memperkenalkan berbagai layanan Pita Kuning baru yang mengacu pada pemberian perawatan paliatif, serta menyampaikan berbagai aktivitas yang telah Pita Kuning jalankan dengan formulasi barunya saat ini.

Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning sedang menjelaskan formulasi baru Pita Kuning kepada para Donor

Meski malam itu diguyur hujan, tidak menghalangi bagi beberapa perwakilan donatur untuk hadir dan menghadiri acara makan malam dan ramah tamah dengan tema “Kebahagiaan yang Berkelanjutan Bagi Anak-anak dengan Kanker”. Turut hadir pula salah satu dari Keluarga Pita Kuning, orangtua dari Anak Pita Kuning, Alm. M. Rizqy Fadhilla yang baru saja meninggalkan kami bulan lalu.

Keluarga Alm. M. Rizqy Fadhilla, salah Satu Anak Pita Kuning

Beberapa perwakilan donatur yang datang malam hari itu di antaranya Ibu Shirley Pranoto dari PT PwC Indonesia dan Ibu Fatimah Tuzzahra, dari Panen Fashion Indonesia. Para perwakilan donatur berkesempatan untuk bertanya mengenai program layanan Pita Kuning baru dan juga berbagi masukan untuk Pita Kuning ke depannya.

Pada kesempatan kali itu, Mama Rizqy menceritakan bagaimana Pita Kuning membantu dalam menyediakan dukungan selain dari biaya pengobatan, seperti penyediaan alat bantu pernafasan, kebutuhan harian tabung oksigen dan isinya, juga bagaimana Pita Kuning mewujudkan keinginan Alm. Rizqy sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, yaitu membelikan jersey tim sepakbola favoritnya, PERSIJA, tepat pada malam sebelum Dedek Iqy meninggal.

Dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Pita Kuning seperti yang diterima oleh Alm. Rizqy adalah salah satu bentuk dari layanan paliatif yang ditawarkan Pita Kuning. Dengan program dan layanan baru berbasis layanan paliatif, Pita Kuning berharap dapat membuat para pasien dan keluarga menjalani harinya menjadi lebih baik serta meningkatkan kualitas hidup para pasien anak dengan kanker di Indonesia.

Jakarta, 8 Desember 2016 – Di pagi yang cerah, Tim Operasional Pita Kuning sudah berkumpul di Bebek Bengil, salah satu restoran bernuansa Bali di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Pasalnya, hari ini merupakan hari yang besar bagi Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, yang diketuai oleh Tyas Handayani. Di hari inilah Pita Kuning mengadakan dua kegiatan, yaitu Media Luncheon dan Donors Night untuk bersilaturahmi dan berkenalan dengan teman-teman media dan juga para donatur.

Media Luncheon yang dihadiri oleh 21 media ini selain bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para media, juga momen perkenalan Pita Kuning baru dengan teman-teman media, serta memperkenalkan Program Layanan Pita Kuning baru yang memiliki preferensi terhadap Perawatan Paliatif bagi pasien anak dengan kanker. Topik yang diusung oleh Pita Kuning adalah “Kebahagiaan yang Berkelanjutan Bagi Anak-anak dengan Kanker”.

Selain dihadiri oleh Tim Operasional Pita Kuning, Mas Pandji Pragiwaksono selaku Pembina, dan Pakde Indro ‘Warkop’ Djojokusumonegoro, selaku Pengawas, Pita Kuning juga turut mengundang beberapa ahli dan praktisi dalam bidang paliatif serta psikolog keluarga. Ada dr. Siti Anissa Nuhonni, Sp.KFR(K), Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia Cabang Jakarta, lalu Suster Rina Wahyuni, Koordinator Suster Rachel House Indonesia, juga  Mba Ita D. Azly, Psikolog Keluarga yang juga menjadi relawan ahli Pita Kuning. Para ahli dan praktisi yang diundang berbagi pengalaman, cerita dan juga testimoni terkait dengan perawatan paliatif yang menjadi salah satu misi dari  Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam membantu pasien anak dengan kanker di Indonesia.

“Ketika ia punya kanker, haruskah dijauhkan dari kegiatan kanak-kanaknya? Tidak. Jadi, perawatan paliatif sangat membantu mereka.”, ujar dr. Siti Anissa Nuhonni atau yang kerap disapa dr. Honni.

aa

Dalam kesempatan kali itu, Mba Tyas Handayani, selaku ketua Pita Kuning baru juga turut menjelaskan tiga layanan utama dari Pita Kuning baru, yaitu penyaluran dana bantuan, penyaluran pendampingan dan layanan pemberian akses informasi lewat Pita Kuning Careline.

“Orangtua yang menghadapi fakta bahwa sang anak menderika kanker maka mereka pun akan mengalami reaksi emosional yang luar biasa seperti shock, penyangkalan, marah pada diri sendiri, cemas, takut, bingung, frustasi, stress dan bahkan depresi,” Mba Ita D. Azly menjelaskan kepada rekan media tentang dampak psikologis keluarga dari pasien anak dengan kanker.

1

Oleh karena itu, Pita Kuning hadir memberikan pendampingan bagi pasien anak dengan kanker melalui program layanan penyaluran pendampingan. Secara berkala, kakak-kakak relawan Pita Kuning mendatangi keluarga dengan Anak Pita Kuning dan melakukan pendampingan. Dalam pendampingan tersebut Anak Pita Kuning akan diajak belajar dan bermain bersama, seperti membaca, menulis, berhitung dan mewarnai. Kehadiran kakak-kakak relawan pendampingan Pita Kuning yang nantinya diharapkan dapat mengurangi beban psikologis anak dan juga keluarga dari anak pasien kanker.

Suasana menjadi sedikit haru ketika diputarnya video testimoni dari salah satu keluarga Anak Pita Kuning yaitu Muhammad Jafissyach atau yang dikenal dengan Jafis. Jafis adalah Anak Pita Kuning yang memiliki tumor otak ganas di dalam kepalanya.

“Kita niatnya di sini untuk membahagiakan mereka. Kalau pengobatan bolehlah sudah ada BPJS. Lalu kalau menyelamatkan nyawa, itu kan kehendak Yang di Atas. Tapi sebisa mungkin kita bikin mereka bahagia,” ujar Mas Pandji, Pembina Pita Kuning ketika berbagi kisah bersama media.

Program kebahagiaan yang berkelanjutan adalah bentuk kasih sayang Pita Kuning untuk terus memberikan harapan dan kesempatan bagi pasien anak dengan kanker di Indonesia untuk bisa tersenyum dan bahagia serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Jakarta, 27 Oktober 2016 – Meski sore itu diguyur hujan, ada yang berbeda dari sebuah bangunan yang terletak di Jl.Cendrawasih 1, No. 20 A, RT. 001/RW. 003, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Tampak lebih ramai dari biasanya, juga terasa hangat dan akrab. Ternyata hari itu adalah hari syukuran Rumah Baru Pita Kuning. Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia sudah memiliki rumah operasional. Pada hari Kamis, 27 Oktober 2016 yang lalu, kami berkumpul bersama, mempererat silaturahmi, dan yang tak kalah penting, mengucapkan syukur atas berdirinya Rumah Pita Kuning, serta berdoa bersama agar keberadaan Rumah Pita Kuning ini bisa mengoptimalkan usaha Pita Kuning untuk terus membantu adik-adik pasien kanker dari keluarga pra sejahtera.

Syukuran Rumah Pita Kuning juga dimeriahkan dengan kehadiran para pembina, Pandji Pragiwaksono dan Steny Agustaf, serta Pengawas Pita Kuning, Pakde Indro Warkop. Rumah Pita Kuning baru ini sudah beroperasi sejak bulan Oktober 2016, selain dijadikan sebagai kantor kesekretariatan Pita Kuning, rumah ini akan menjadi learning centre bagi para relawan pendampingan dan komunitas pendukung untuk belajar dan juga berkumpul. Ke depannya, Rumah Pita Kuning akan menjadi pusat layanan dan informasi bagi pasien kanker anak juga keluarganya yang membutuhkan bantuan.

Selain para Pembina dan Pengawas, Syukuran Rumah Pita Kuning juga turut dihadiri oleh Ketua Pita Kuning periode 2013-2015 Lanang Aribowo dan juga para relawan Pita Kuning. Dalam acara syukuran tersebut sekaligus momen mempresentasikan progres terbaru mengenai kegiatan Pita Kuning dengan formulasi baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada beberapa relawan Pita Kuning yang telah berkontribusi sejak lama sebagai apresiasi terhadap usaha dan kerja keras para relawan tersebut membantu Pita Kuning mencapai misinya.

2016-10-27-19-36-36-768x512

Mas Lanang Aribowo, Ketua Pita Kuning Periode 2013-2015 & Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning baru

Setelah acara penghargaan, doa bersama pun turut dilakukan dengan dipandu oleh Ustadz Yus, dengan harapan, setelah dilakukan syukuran ini, segala langkah yang ditempuh oleh Pita Kuning baru dapat menjadi berkah untuk semua. Tidak hanya bermanfaat bagi para penerima bantuan, tapi juga menjadi berkah dan ladang amal baik bagi teman-teman Pita Kuning. Harapan kami, Rumah Pita Kuning baru ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan dan kualitasnya sebagai sebuah yayasan yang profesional.

2016-10-27-17-19-17-768x576

Pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz Yuz

Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Pembina Pita Kuning, Mas Pandji Pragiwaksono, yang kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

2016-10-27-17-24-10-768x576

2016-10-27-17-28-13-768x576

Sebelum acara berakhir, para Pembina dan pengawas Pita Kuning, Mas Pandji, Mas Steny dan Pakde Indro diajak berkeliling dan melihat-lihat kondisi lantai dua dan tiga Rumah Pita Kuning oleh Mba Tyas dan Mba Tika selaku Wakil Ketua Pita Kuning. Pada kesempatan itu juga Mba Tyas dan Mba Tika menunjukan beberapa karya mural di dinding lantai satu hasil pengerjaan oleh salah satu volunteer skill Pita Kuning, Kak Bopik dan Kak Dyaz. Bahkan para tamu yang hadir, juga menyempatkan diri berfoto di salah satu sudut yang memang dirancang untuk diabadikan.

2016-10-27-17-37-02-768x576

2016-10-27-17-37-16-768x576

“Rumah Pita Kuning ini terasa homey dan menyenangkan. Semoga hal ini bisa menjadi langkah yang baik bagi Pita Kuning, karena Rumah Pita Kuning akan menjadi representasi kita sebagai sebuah yayasan yang profesional. Diharapkan para relawan pendampingan juga nantinya akan lebih betah berkumpul di sini.”, ujar Pakde Indro.

Semoga, harapan tersebut dapat terwujud dan Rumah Pita Kuning tidak hanya menjadi rumah yang nyaman bagi para Angels, namun juga bagi para anak pasien kanker dan juga keluarganya.

Depok, 22 September 2016 – Pita Kuning turut hadiri perayaan Syukuran #MerdekaDenganBerbagi yang diselenggarakan oleh Berbagi.com bersama teman-teman dari Sahabat Anak dan Wisma Tuna Ganda (WTG) Palsigunung. Acara yang dimulai dari pukul 09.00 WIB pada 22 September 2016 dan dihadiri oleh puluhan anak dari Sahabat Anak serta beberapa teman-teman dari WTG berjalan meriah dengan kehadiran Andien. Wisma Tuna Ganda Palsigunung sendiri beralamatkan di Jl. Raya Bogor, Pekayon, Cimanggis, Kota Depok.

#MerdekaDenganBerbagi sendiri merupakan sebuah campaign sosial yang dibuat dalam rangka merayakan HUT kemerdekaan RI ke-71, yang berlangsung di media sosial mulai dari 14 Agustus 2016 hingga 12 September 2016. Kampanye ini bertujuan merayakan kemerdekaan Indonesia dengan cara membantu sesama, dalam hal ini para anak pasien kanker di Pita Kuning, adik-adik Sahabat Anak, dan teman-teman dari Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Campaign ini berupa polling online di mana netizen dapat memilih satu dari tiga yayasan yang ada, dan nantinya jumlah vote yang didapat dari masiing-masing yayasan akan dikonversi dalam sejumlah uang donasi.

“Kami mencoba melalukan social campaign dengan mengadakan polling #MerdekaDenganBerbagi sebagai ajakan untuk menyebarkan semangat berbagi pada sesama melalui media digital. Masyarakat digital semata-mata diminta untuk meluangkan waktu mereka dan memilih salah satu yayasan yang terlibat, kemudian suara yang terkumpul akan kami konversi sebagai donasi.”, ungkap Mba Putri Adelia, Marketing Communications Manager Berbagi.com mengenai program #MerdekaDenganBerbagi.

Pemberian donasi dari berbagi.com kepada Mba Siska (Sahabat Anak), Mba Tyas (Pita Kuning) & Bu Kristanti (Wisma Tuna Ganda)

Mba Putri menambahkan, “Social campaign ini kami lakukan seiring dengan peluncuran Berbagi.com sebagai consumer research platform, dimana polling ini menjadi salah satu wujud kesadaran dan keinginan kami untuk terus mengingat esensi dari kata “berbagi” itu sendiri. Karena itulah tidak ada menang atau kalah dalam polling ini, hanya kebersamaan dan kesederhanaan dalam berbagi.”

Beberapa rangkaian acara #MerdekaDenganBerbagi ini di antaranya adalah, perkenalan dari pihak Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Sahabat Anak dan Pita Kuning, perayaan ulang tahun teman-teman dari berbagi.com, Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Sahabat Anak & Pita Kuning yang berulang tahun di bulan September, pemberian donasi kepada ketiga yayasan yang hadir oleh berbagi.com, serta makan siang bersama. Selain pertunjukan sulap, dan penampilan musik dari Sahabat Anak, penyanyi Andien turut memeriahkan acara dengan kedatangannya dan memandu bernyanyi ketika perayaan ulang tahun.

“Aku sangat bersyukur dan sangat senang sekali aku punya kesempatan dikasih kesempatan juga berkunjung ke sini, karena hari ini selain hari yang menyenangkan, aku juga mendapat banyak pelajaran. Berbagi itu kenapa bisa memerdekakan, karena bisa membebaskan kita dari sifat-sifat yang tidak baik, bebas dari kemiskinan. Dengan berbagi kita juga malah bebas dari prasangka dan hal buruk.” ujar Kak Andien yang baru pertama kali datang ke Wisma Tuna Ganda Palsigunung dan juga turut berpartisipasi dalam kampanye online #MerdekaUntukBerbagi.

Andien & Ibundanya yang sedang mengunjungi salah satu penghuni Wisma Tuna Ganda

Pelantun tembang ‘Gemintang’ ini pun menambahkan, “Jangan pernah takut dengan berbagi, karena justru kebahagiaan kita akan terus berlipat ganda”.

Teman-teman dari Pita Kuning dan Sahabat Anak, beserta Kak Andien juga berkesempatan untuk berkeliling Wisma Tuna Ganda Palsigunung dan berkenalan dengan teman-teman penghuni lainnya. Menjadi sebuah pengalaman menarik dan tak terlupakan dapat bertemu dengan teman-teman di Wisma Tuna Ganda Palsigunung yang mungkin nasibnya tidak seberuntung orang kebanyakan.

“Kehadiran Pita Kuning dan Sahabat anak melalui kegiatan yang diadakan berbagi.com merupakan suatu hal yang luar biasa. Meskipun bergerak di bidang berbeda, saya merasa berjuang tidak sendirian. Kita tambah teman, tambah kebahagiaan, karena kebahagiaan harus dibagi.”, ungkap Ibu Kristanti, selaku Kepala Panti Wisma Panti Ganda.

2016-09-22-11-01-10-768x576

Terlahir dengan berbagai disabilitas dan bahkan ditinggalkan oleh keluarga mereka, bukan menjadi alasan bagi untuk tidak menjalankan hidup secara optimal. Dengan bantuan pengasuhan, kasih sayang, terapi fisiologi dan pendidikan informal dan yang diberikan oleh para pengasuh Wisma Tuna Ganda Palsigunung, teman-teman di sana dapat menjalani hidup lebih baik.

“Terus terang saya mengagumi pengelolaan dan kegigihan Ibu Kristianti dan tim dalam mengasuh dan merawat para penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung, hal ini patut menjadi contoh yang baik bagi kita semua. Terima kasih kepada berbagi.com, yang terus mendorong semangat kita untuk terus maju.”, tutur Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning baru dalam kesempatan tersebut.

Tim Pita Kuning baru turut merasa empati terhadap kondisi teman-teman di Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Kunjungan ini menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berarti melihat sisi lain perawatan dan secara langsung belajar bagaimana penanganan orang-orang dengan kebutuhan khusus dan yang memiliki disabilitas.

“Berbagi.com adalah suatu inisiatif yang berdiri atas dasar semangat gotong royong. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi banyak inisiatif baru dalam membangun kepedulian terhadap sesama.” tambah Mba Tyas.

Syukuran #MerdekaDenganBerbagi juga menjadi kesempatan Pita Kuning untuk dapat mengenal pihak Sahabat Anak dan Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Pita Kuning berharap, akan ada kegiatan atau kesempatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka kolaborasi untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Selain itu, hal semacam ini juga dianggap sebagai sarana yang tepat untuk belajar satu sama lain.

Hal tersebut sama halnya seperti harapan dari Berbagi.com yang disampaikan oleh Mba Putri, “Kedepannya, sekecil dan dalam bentuk apapun itu, kami berharap untuk terus berbagi bersama, dengan harapan suatu hari nanti kami dapat memberikan dampak sosial yang positif.”.

 

Jakarta, 17 September 2016 – Pukul 07.00, Rumah Pita baru yang telah selesai menjalani proses renovasi pagi itu didatangi oleh Tim Operasional Pita Kuning. Tujuan kedatangan dari Tim Operasional ke Rumah Pita Kuning yang terletak di depan SMA Cendrawasih 1 Jakarta, Jl. RS Fatmawati, RT. 02/03, Gandaria Selatan, Cilandak tersebut adalah untuk mengadakan Pita Kuning Volunteer Training Day Batch 1. Para relawan pendampingan yang sudah melalui proses seleksi dan interview, akan diberikan pembekalan dan pelatihan awal mengenai peran, tugas, kewajiban, ketentuan dan tata cara dalam mendampingi pasien dan keluarga pasien kanker anak yang berada di bawah naungan Pita Kuning.

Pembekalan dan pelatihan pagi itu dihadiri cukup lengkap oleh Tim Operasional Pita Kuning seperti Mba Tyas Handayani (Ketua Pita Kuning), Mba Mustika Kusumaningtyas (Wakil Ketua Pita Kuning), Kak Eva Noviana (Head of Community Management), Kak Ning Mahayu (Head of Service), Kak Tyas Yahya (Community Coordinator & Service Support), dan Kak Prasetya Ega (Community Coordinator). Mereka semua berkumpul untuk berbagi dan transfer ilmu yang mereka miliki kepada para relawan.

Kak Lia, Community Pita Kuning Menjelaskan Tentang Kegiatan Pendampingan Relawan Pita Kuning

Antusiasme, semangat dan keceriaan terpancar dari wajah para relawan, 8 dari 15 relawan, yang hadir hari itu. Relawan Pita Kuning Batch 1 yang hampir semuanya adalah wanita tersebut berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek dan telah bersedia mengikuti kegiatan sebagai relawan pendampingan sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pita Kuning. Dalam hal perekrutan relawan, Pita Kuning bekerja sama dengan Indorelawan.org, di mana menjadi portal dalam pendaftaran dan penyaringan relawan.

“Relawan adalah ujung tombak terdepan Pita Kuning dalam menjalankan kegiatan pendampingan. Relawan pendampingan bagi kami adalah suatu hal yang esensial dan tidak dapat dipisahkan dari Pita Kuning. Pita Kuning dapat berdiri hingga 10 tahun karena kekuatan dan komitmen relawan yang terus membantu Pita Kuning. Oleh karena itu, penting sekali bagi kami semua untuk dapat berkumpul hari ini dan dalam rangka pembekalan bagi relawan pendamping Pita Kuning.”, ujar Mba Tyas Handayani selaku Ketua Pita Kuning yang juga memberikan pembekalan mengenai sejarah, visi dan misi baru Pita Kuning.

Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning Sedang Menjelaskan Tentang Sejarah Pita Kuning

Selain itu, terdapat beberapa materi lain seperti materi tentang kanker dan kanker anak, proses terbentuknya kanker, materi tentang volunteer, dan peraturan serta ketentuan dalam menjadi relawan pendampingan di Pita Kuning. Tak lupa, para relawan juga diberikan pembekalan mengenai protokol atau ketentuan khusus do’s and don’t, dalam melakukan dan menangani pasien kanker anak di bawah naungan Pita Kuning. Hal tersebut misalnya, dalam melakukan pendampingan para relawan Pita Kuning hingga dapat terus memberikan rasa optimisme kepada para pasien kanker anak dan juga keluarganya. Meskipun sedang mengalami masa yang berat dalam hidup dan para relawan dapat merasakannya kesulitannya, hal itu tidak boleh ditunjukkan dan justru harus terus memberikan dukungan semangat. Hal tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakukan dalam menjalankan perawatan paliatif (palliative care) yang menjadi dasar dalam kegiatan pendampingan Pita Kuning.

Sebagai salah satu unsur support system dari keseluruhan sistem perawatan paliatif, relawan pendampingan menjadi salah satu elemen penting dalam membantu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker anak dan keluarganya menjadi lebih baik dan berarti dalam menjalani masa pengobatan. Oleh karena itu, dengan mengadakan pelatihan dan pembekalan ini, Pita Kuning berharap, akan lahir para relawan-relawan baru yang profesional dalam menjalani tugasnya sebagai pendamping pasien dan keluarga pasien kanker anak, dan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan semaksimalnya.

Para Relawan Pendampingan Antusias Melakukan Tanya Jawab

Jakarta, 1 September 2016 – Falcon Pictures sebagai salah satu Production House yang kerap kali memproduksi film box office Indonesia. Film yang gala premiere-nya diadakan di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Kamis, 1 September 2016 ini berjudul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1. Falcon Pictures kembali menghadirkan para ikon komedian legendaris Trio Warkop DKI melalui film remake besutan Anggy Umbara sebagai sang sutradara. Ketiga tokoh legendaris diperankah oleh Abimana Aryasatya (Dono), Vino G Bastian (Kasino), dan Tora Sudiro (Indro).

Indro Warkop, sebagai anggota Warkop yang masih ada (dan merupakan Pengawas dari Pita Kuning), tidak menyangka promosi film Warkop DKI Reborn akan sebesar ini. “ Ini sungguh luar biasa. Saya yakin kalau mas Dono dan Kasino masih ada, mereka akan bangga dengan semua ini. Ini sebuah penghargaan yang sangat luar biasa. Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat di film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 ini,” ungkapnya.

Antusias masyarakat sangat terlihat dari penuhnya Blitzmegaplex pada malam itu dalam rangka gala premiere Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1. Bahkan Pita Kuning yang menghadiri acara tersebut pun turut antusias menunggu detik-detik film ini diputar.

Kehadiran Pita Kuning malam itu bukan hanya memenuhi undangan pemutaran film, namun Falcon Pictures beserta para crew dan cast Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1, merencanakan sesuatu yang spesial. Malam itu, Falcon Pictures menginisiasi pemberian donasi sejumlah uang kepada Pita Kuning dan mengajak para crew, cast dan penonton Indonesia berbagi lewat film.

 

Suatu kehormatan bagi Pita Kuning yang diwakili Mba Tyas Handayani, Ketua Pita Kuning baru, untuk dapat berdiri di antara para pemain & crew Warkop DKI Reborn, dan memberikan penjelasan mengenai Pita Kuning. Pemberian donasi tersebut merupakan bentuk berbagi dan memberi kembali kepada sesama yang membutuhkan dari pihak Falcon Pictures. Nantinya, donasi yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk membiayai pengobatan dan perawatan para adik pasien kanker di bawah naungan Pita Kuning. Pemberian donasi ini juga merupakan awal dari kerja sama lainnya antara Falcon Pictures dan Pita Kuning.

Sudahkah kamu menonton film ini Angels? Share pendapatmu yuk di kolom komentar..

Kanker merupakan salah satu dari lima penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di Indonesia (BPJS, 2014-2015). Dengan total kasus lebih dari 500.0000 sepanjang tahun 2014-2015, menjadikan kanker sebagai salah satu penyakit yang perlu diperhatikan secara serius.

Pada Senin, 22 Agustus 2016, Pita Kuning berkesempatan menghadiri Seminar Awam Kanker yang diadakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di RS Kemayoran. Melalui artikel ini, kami ingin membagi pengalaman yang telah kami dapat kepada Angels semua.

Salah satu sesi yang tentunya Pita Kuning ikuti adalah dari dr.Elisna Syahruddin, PhD,Sp.P(K) dengan topik “Karsinogenesis”. Pemaparan yang beliau berikan mengenai proses terjadinya kanker mulai dari tahap inisiasi, promosi dan progresi. dr. Elisna merupakan Anggota dari KPKN dan juga merupakan pengurus dari Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia serta merupakan Tim Onkologi di RSUP Persahabatan Jakarta.

“Penyakit gen di sini bukan berarti kanker merupakan penyakit genetik atau keturunan, dengan kata lain, kanker bukan lah sebuah penyakit keturunan.”, ujar dr. Elisna dalam seminarnya.

Kanker adalah sebuah penyakit gen yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal, dapat menginvasi jaringan sekitarnya dan atau bermetastatis (berpindah) ke organ lain. Istilah lain yang biasa digunakan adalah tumor ganas, keganasan dan neoplastik ganas.

Kanker bukan penyakit yang bisa tiba-tiba datang, namun merupakan sebuah penyakit yang memiliki proses yang cukup panjang. Proses terbentuknya sel kanker dalam tubuh manusia disebut juga karsinogenesis dalam istilah kedokteran. Biasanya proses terjadinya sel kanker ini berkisar antara 10-30 tahun. Namun ada berbagai faktor resiko yang juga mempengaruhi, ada faktor resiko yang “tidak dapat dikendalikan” (seperti usia, JK, riwayat kanker sekeluarga) dan ada faktor yang “dapat dikendalikan” (polusi, gaya hidup, rokok dan infeksi kronik).

Jenis kanker pun ada bermacam-macam. Hal ini tergantung dari organ atau jaringan mana yang bermasalah atau diserang oleh sel kanker. Misal pada pria, kanker dapat menyerang organg seperti tenggorokan, kerongkongan, kulit, paru-paru, usus, perut, kandung kemih, prostat dan testis. Sedangkan pada wanita, kanker dapat menyerang beberapa bagian yang sama dan juga organ-organ vital wanita seperti payudara dan serviks.

Karena merupakan sebuah penyakit yang tidak mengenal batas usia, oleh karenanya sangatlah penting bagi para Angels untuk mengerti bagaimana tahapan penyebab terjadinya kanker, penyebab terjadinya dan juga bagaimana mencegah sel kanker terjadi dalam tubuh kita dan keluarga kita. Menurut dr. Elisna, proses terjadinya sel kanker atau karsinogenesis terdiri dari 3 tahapan, yaitu inisiasi, promosi dan progresi.

Tahapan Inisiasi
Pada tahap inisiasi atau tahap terbentuknya sel kanker awal, terjadi perubahan genetik dalam sel somatik (sel inisisi) normal melalui proses mutasi dan masuk ke mekanisme perkembangan menjadi sel tidak normal. Mutasi pada tingkat DNA menyebabkan sel tumbuh lebih cepat dari sel sekitarnya, perubahan ini mengaktivasi gen pertumbuhan (proto-oncogene) dengan menghambat gen penahan (tumor suppresor gene). Tahap ini terjadi dalam beberapa hari tetapi sel dapat kembali normal. Senyawa yang terlibat dalam tahap ini disebut inisiator .

Tahapan Promosi
Merupakan perkembangan awal sel yang terinisiasi membentuk klon melalui pembelahan dan berinteraksi melalui komunikasi antar sel. Menstimulasi sitogenik, faktor diferensiasi, proses mutasi dan non mutasi (epigenetik) dan merupakan awal pertumbuhan pra neoplastik.

Proses ini membutuhkan waktu lebih lama bahkan beberapa tahun. Senyawa yang meransang pembelahan sel disebut promotor atau epigenetik karsinogen.

Tahapan Progresi
Pada tahap ini, terjadi instabilitas genetik yang menyebabkan perubahan mutagenik dan epigenetik. Proses ini menghasilkan klon baru sel-sel tumor yang memiliki aktivitas proliferasi, bersifat invasif menyerang jaringan sekitar dan peningkatan potensi metastasis atau menyebar ke tempat lain. Jika tidak ada yang menghalangi, sel kanker tumbuh dalam jumlah banyak dan mempengaruhi fungsi tubuh atau menimbulkan keluhan (gejala klinis). Tahapan ini berjalan lebih cepat.

Nah, setelah mengetahui prosesnya, tentu penting bagi kita untuk mengetahui apa saja sih faktor resiko kanker itu? Nah seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa faktor resiko kanker itu dibagi menjadi dua, faktor resiko kanker “yang dapat dikendalikan” dan faktor resiko kanker yang “tidak dapat dikendalikan.”. Faktor resiko kanker yang dapat dikendalikan di antaranya; paparan asap rokok, polusi (dalam atau luar ruangan), penyakit kronis, paparan radiasi dan sinar matahari, tempat kerja (seperti pertambangan), serta gaya hidup (olahraga, sex dan diet).

Sedangkan, untuk faktor resiko kanker yang tidak dapat dikendalikan yaitu; jenis kelamin, usia, genetik, dan riwayat keluarga pengidap kanker.

“Banyak orang menyalah artikan tentang “awareness”. Awareness hanya sampai edukasi saja, orang tahu, berarti dia sudah “aware”. Padahal awareness tidak hanya tahu dan cukup menerima informasi, namun setelah menerima informasi orang tersebut melakukan perubahan dalam hidupnya atas apa yang diketahuinya.”, dr. Elisna menegaskan.

Sama halnya seperti kanker, ketika kita mendapatkan informasi mengenai kanker, apa saja faktor resikonya dan bagaimana cara menghindarinya, kita masih belum dikatakan aware apabila kita tidak menjalankan apa yang dilarang dan menjauhi segala macam faktor resikonya.

Berdasarkan pemaparan di atas, tentu kita bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini dengan mengurangi aktivitas yang dapat beresiko kanker, khususnya resiko yang dapat dikendalikan. Mulai dengan pola hidup sehat dan menjaga keluarga terdekat dari resiko penyebab kanker merupakan langkah awal menjauhkan diri dan keluarga dari penyakit kanker.

Apa yang sudah Angels lakukan selama ini untuk mengurangi resiko kanker pada diri sendiri dan keluarga terdekat? Share jawaban mu di kolom komentar ya 🙂