Dunia belum berakhir, aku akan terus berjuang melawan kanker yang telah aku idap sejak kelas 5 SD.

Pada tahun 2015, aku didiagnosa mengidap kanker jaringan otot (Rhabdomyosarcoma) di kaki kiri. Hingga kini usiaku hampir tujuhbelas tahun, banyak pengobatan sudah aku lewati, mulai dari operasi, kemoterapi, hingga radioterapi.

Saat itu, aku masih dirawat oleh Ibu yang baru saja memulai hidup baru. Namun, itu pun tak berlangsung lama. Ibu wafat pada tahun 2016, meninggalkan aku dan seorang adik perempuan yang baru lahir.

Aku pun kemudian dirawat oleh pamanku dari pihak Ibu. Tapi aku tidak mau banyak  merepotkan Paman karena kehidupan Paman juga sangat sederhana. Tiang tua rumah Paman sekilas terlihat hampir roboh dan setiap kali hujan datang, atapnya bocor. Aku selalu berusaha menyimpan sendiri apapun yang kurasakan. Rasa sakit, galau, sedih. Aku harus tegar, aku harus mandiri.

Aku tinggal bersama Paman hingga aku duduk di kelas X SMK mengambil jurusan Komputer Jaringan, bidang yang sangat aku sukai. Aku paling suka megeksplor seputar teknik-teknik hacking, coding, dan bahkan aku sudah membuat blog pribadi. Suatu saat nanti, aku ingin menjadi ahli dalam bidang IT. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, kaki kiriku sudah tidak bisa lagi difungsikan secara normal, aku tetap semangat bersekolah.

Namun, pada akhir Desember 2019 silam, Dokter memprognosis bahwa kaki kiriku tidak bisa dipertahankan mengingat kemoterapi maupun radiasi sudah tidak efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kankerku. Aku sedih mendengarnya. Apalagi membayangkan kakiku harus diamputasi.

Awalnya, aku menolak saran Dokter. Aku tidak ingin kehilangan kakiku. Keluargaku juga berpikiran sama. Akhirnya, aku dibawa berobat alternatif ke luar kota. Tak kusangka, bengkakan tumorku seolah mengecil. Aku merasa punya harapan. 

Namun, aku sadar, berobat di alternatif, penyebaran sel kankerku tidak dapat diprediksi. Aku ingin kembali menjalani pengobatan secara medis. 

Dan aku juga ingin kembali ke Jakarta, ingin kembali bersekolah. Karena, jujur, kegiatan belajar dan kebersamaan dengan teman-teman menjadi salah satu kekuatan bagiku untuk bisa bertahan hingga saat ini.

Akan kulakukan apapun agar bisa sembuh. Aku ingin menggapai cita-citaku. Aku ingin memiliki masa depan.