Kenali Gejala Ebola di Uganda yang Mencapai 39% Mortalitas

Ebola di Uganda menjadi kasus mengkhawatirkan di tengah maraknya kasus Covid-19 yang tak kunjung selesai. Bagaimana tidak, Ebola di Uganda mencapai tingkat mortalitas sebesar 39%. Per tanggal 17 November 2022, Ebola di Uganda menghampiri 141 jiwa, 55 diantaranya tutup usia. Lantas, seberapa berbahaya penyakit ebola? apa saja gejala dari penyakit ebola di Uganda? apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari bahaya penyakit ebola? simak artikel berikut.

Kenali Gejala Ebola di Uganda

Kasus Ebola di Uganda

Maraknya ebola di Uganda resmi diumumkan per 20 September 2022. Kasus ebola di Uganda awalnya terjadi di daerah Mubende, terletak di bagian pusat negara Uganda. Bukan kali pertama, Uganda telah melporkan kasus ebola pada tahun 2012 berjenis Sudan ebolavirus dan 2019 berjenis Zaire ebolavirus.

Diketahui, awalnya kasus ini dialami oleh pria berumr 24 tahun di Distrik Mubende. Pasien tersebut mengalami panas tinggi, diare, sakit perut, dan muntah darah sejak 11 September 2022. Setelah dilakukan pengambilan sampel, terkonfirmasilah bahwa penyakit tersebut merupakan EVD atau Ebola Virus Disease. Di hari berikutnya, pasien tutup usia.

Pemerintah Uganda sendiri telah mengambil tindakan merespon kasus ini dengan kebijakan lockdown selama 21 hari. Tempat-tempat umum seperti tempat ibadah dan tempat beriwisata juga dibatasi jam operasionalnya. Per 5 November 2022, terdapat unit perawatan khusus atau Ebola Treatment Unit (ETU) di berbagai distrik seperti Mubende, Kampala, Kabarole, dan wilayah lain yang terkonfirmasi terkena kasus ebola.

Terkena Gejala Ebola? Segera Cek!

Infeksi virus (sampai timbul gejala) berlangsung mulai 2 hingga 21 hari. Seseorang yang terinfeksi Ebola tidak dapat menyebarkan penyakit sampai mereka mengalami gejala. Gejala Ebola Virus Disease (EVD) kerap diawali dengan:

  • Demam

  • Kelelahan

  • Nyeri otot

  • Sakit kepala

  • Sakit tenggorokan

Deretan gejala tadi juga diikuti oleh muntah, diare, ruam-ruam sekitar tubuh, dan gejala gangguan fungsi ginjal. Dalam beberapa kasus dapat terjadi pendarahan yang terlihat dari luar atau dari dalam (misal feses berdarah dan pendarahan di gusi).

Cara Menghindari Penyakit Ebola

  • Hindari kontak dengan satwa liar yang terinfeksi, misalnya kera, kijang, monyet. Dalam berkontak dengan satwa tersebut, perlu menggunakan sarung tangan dan pakaian khusus yang layak. Begitu juga dengan produk-produk hewani yang akan dikonsumsi, harus dimasak matang terlebih dahulu.
  • Mengurangi kontak langsung dengan pasien ebola, terutama yang berkaitan dengan cairan tubuh (darah, keringat, ludah, dsb). Jangan lupa gunakan sarung tangan atau pakaian pelindung jika harus merawat pasien ebola. Cuci tangan yang teratur untuk menjaga kebersihan dan terhindar dari penularan ebola antar manusia.
  • Mengurangi risiko kemungkinan penularan seksual, berdasarkan analisis lebih lanjut dari penelitian yang sedang berlangsung dan pertimbangan oleh Kelompok Penasihat WHO tentang Respons Penyakit Virus Ebola, WHO merekomendasikan agar laki-laki yang selamat dari EVD mempraktikkan seks yang lebih aman dan kebersihan selama 12 bulan sejak timbulnya gejala atau sampai tes air mani mereka negatif dua kali untuk virus Ebola.

SUMBER:

Rilis WHO berjudul ‘Ebola Virus Disease’ (2021)

Artikel berjudul ‘Ebola Outbreak Uganda’ dalam situs ECDC (2022)

Atikel Terkait ...

Picture of Pita Kuning

Pita Kuning

Yayasan yang memberikan layanan psikososial bagi anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera

Semua Post

Kabar Berita

Berlangganan Artikel

Jadi yang pertama untuk mendapat kabar terbaru Pita Kuning

Cerita Anak