Jakarta, 19 September 2026 – Childhood Cancer Awareness Month 2026 menjadi momentum untuk kembali melihat perjalanan anak dengan kanker, termasuk ketika mereka memasuki fase baru setelah menyelesaikan pengobatan. Ketika seorang anak dinyatakan bebas obat atau bebas kanker, kabar tersebut tentu menjadi sebuah pencapaian besar bagi anak dan keluarganya. Namun, berakhirnya pengobatan bukan berarti seluruh perjalanan langsung kembali seperti semula.
Ada fase baru yang perlu dijalani. Anak mulai kembali ke sekolah, bertemu teman-teman, beraktivitas di lingkungan sosial, dan perlahan menyusun kembali rencana untuk masa depan. Di tengah proses tersebut, rasa cemas, kurang percaya diri, hingga kekhawatiran akan kembalinya kanker dapat menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perjuangan anak dengan kanker tidak hanya berlangsung selama masa pengobatan. Dukungan dari keluarga, teman, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar tetap memiliki peran penting ketika anak mulai menjalani kehidupan setelah pengobatan.
Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Pita Kuning melalui campaign “New Paths to Dreams”. Campaign ini membawa pesan bahwa setiap anak tetap berhak memiliki mimpi dan kesempatan untuk mengejarnya, meskipun perjalanan yang ditempuh mungkin berbeda dari sebelumnya.
Childhood Cancer Awareness Month 2026 dan Perjalanan Baru Anak dengan Kanker

Diagnosis kanker dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan seorang anak. Selain menghadapi berbagai tantangan fisik selama pengobatan, anak dan keluarga juga dapat menghadapi perubahan dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, pertemanan, hingga kondisi emosional.
Karena itu, memiliki mimpi dan cita-cita tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak. Mimpi dapat menjadi sumber semangat dan membantu anak melihat bahwa kehidupannya tidak berhenti pada diagnosis kanker.
Namun, ketika pengobatan selesai, tantangan baru juga dapat muncul. Anak perlu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial sekaligus membangun kembali rasa percaya dirinya. Pada saat yang sama, keluarga juga perlu memahami bahwa kebutuhan anak setelah pengobatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisiknya, tetapi juga kesiapan emosional dan psikologisnya.
Untuk membahas hal tersebut, Pita Kuning mengadakan talkshow “From Surviving to Thriving: Perjalanan Anak Tangguh Melawan Kanker.” Kegiatan ini membahas perjalanan anak setelah pengobatan dari berbagai perspektif, mulai dari medis, psikologis, hingga pengalaman langsung dari anak dan keluarga.
Memahami Fase Setelah Pengobatan dari Sisi Medis
Talkshow yang dipandu oleh dr. Galuh Nandya, Founder Sehat Setara dan METANOIA, dibuka dengan pembahasan mengenai kondisi anak setelah menyelesaikan pengobatan kanker.
Tito Gunantara, Sp.A(K) Onk, dokter Hemato Onkologi Anak di Primaya Rajawali Hospital Bandung, menjelaskan mengenai istilah bebas obat dan bebas kanker, serta pentingnya pemantauan setelah pengobatan selesai.
Menurut dr. Tito, anak yang telah menyelesaikan pengobatan tetap membutuhkan pemantauan dan edukasi dari tenaga medis maupun keluarga. Orang tua juga perlu memahami kondisi anak dan menjaga pola hidup serta melakukan kontrol sesuai anjuran dokter untuk mengantisipasi kemungkinan kekambuhan atau relapse.
Pemahaman tersebut penting agar keluarga dapat mendampingi anak melewati fase setelah pengobatan dengan lebih siap, termasuk ketika anak mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Kembali ke Lingkungan Sosial, Kembali Membangun Kepercayaan Diri
Selain kondisi fisik, kesiapan psikologis juga menjadi bagian penting dalam perjalanan anak setelah pengobatan.
Raissa Hadiman, M.Psi., Psikolog, membahas bagaimana respons lingkungan dapat memengaruhi kondisi emosional anak ketika kembali ke kehidupan sosial. Dukungan dan kesiapan dari keluarga maupun lingkungan dapat membantu anak beradaptasi dan membangun kembali rasa percaya dirinya.
Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan emosi anak setelah pengobatan. Perasaan cemas, lebih sering murung, atau munculnya pikiran negatif dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan dan dikonsultasikan melalui dukungan profesional, termasuk screening psikologis bila dibutuhkan.
Dengan dukungan yang tepat, proses kembali ke lingkungan sosial diharapkan tidak menjadi beban baru bagi anak, tetapi menjadi bagian dari perjalanan untuk kembali tumbuh dan berkembang.
Talkshow ini juga menghadirkan Ibu Ratmini, caregiver Anak Pita Kuning Terminasi, dan Dina, Anak Pita Kuning Terminasi yang kini telah dinyatakan bebas obat. Keduanya berbagi pengalaman mengenai perjalanan melewati pengobatan kanker hingga menghadapi kehidupan setelahnya.
Di hadapan peserta yang mayoritas merupakan caregiver dan relawan anak pejuang kanker, mereka menceritakan bagaimana dukungan dari orang-orang di sekitar menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Bagi Dina, salah satu hal yang ingin ia wujudkan setelah melewati perjalanan panjang melawan kanker adalah mimpi yang telah ia miliki sejak kecil: melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia.
Cerita tersebut menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan pengobatan yang panjang, seorang anak tetap memiliki kehidupan, keinginan, dan mimpi yang ingin diwujudkan.
Membuka Jalan Baru untuk Setiap Mimpi

Melalui “New Paths to Dreams”, Pita Kuning ingin mengingatkan bahwa anak dengan kanker tetaplah anak-anak. Mereka tetap berhak memiliki mimpi dan kesempatan untuk mengejarnya.
“Anak dengan kanker tetaplah anak-anak. Mereka tetap berhak memiliki mimpi dan memiliki kesempatan untuk meraih mimpinya. Jalan yang kini dilewati memang berubah, tapi Pita Kuning hadir untuk membuka jalan baru untuk anak-anak pejuang kanker melalui program dan layanan psikososial yang kami miliki,” ujar Tyas Amalia, Ketua Pita Kuning.
Perjalanan menuju sebuah mimpi memang tidak selalu sama untuk setiap anak. Bagi anak pejuang kanker, jalan tersebut mungkin memiliki lebih banyak tantangan dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Namun, kesempatan untuk terus bermimpi tetap perlu diberikan.
Talkshow ini terlaksana berkat dukungan Primaya Rajawali Hospital Bandung sebagai partner yang turut mendukung Pita Kuning.
Ke depan, Pita Kuning terus membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lebih banyak jalan baru bagi anak pejuang kanker, agar mereka dapat terus tumbuh, berkembang, dan perlahan mewujudkan mimpi yang mereka miliki.
Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Kanker dengan Bekolaborasi Bersama Pita Kuning
Pita Kuning membuka kesempatan bermitra bagi perusahaan, komunitas, atau pun brand yang ingin memberikan dampak sosial dengan membantu meningkatkan kualitas hidup anak-anak kanker dari keluarga pra-sejahtera. Cek halaman berikut terkait kemitraan dan informasi detail mengenai kerja sama dengan Pita Kuning.
Ikuti terus berita mengenai aktivitas dan kegiatan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam mendampingi anak-anak kanker dari keluarga pra-sejahtera melalui kanal media sosial Pita Kuning berikut ini:
Instagram: @pita_kuning
Facebook: Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia
Twitter: @pitakuning
YouTube: Pita Kuning
Spotify: Pita Kuning Podcast






