Awal April 2022, dunia dikejutkan dengan berita hepatitis akut pada anak. Kasus ini telah menyebar ke Indonesia, hingga menghilangkan 3 nyawa anak di daerah Jakarta.

Darimana Datangnya Hepatitis Akut pada Anak?
Kasus ini mulanya diumumkan oleh WHO (World Health Organization) pada tanggal 5 April 2022 yang merilis bahwa telah ada 10 kasus hepatitis akut pada anak di Inggris raya yang tidak diketahui etiologinya. Kasus ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan telah menyebar hingga Eropa, Amerika, dan Asia. Hingga 21 April 2022, laporan terus bertambah hingga 169 kasus di 12 negara.
Apakah Menyebar Ke Indonesia?
Kasus hepatitis akut pada anak juga terdeteksi di DKI Jakarta per tanggal 15 April 2022, dilaporkan 3 anak telah meninggal dunia. Ketiganya meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSCM Jakarta dalam kurun waktu 2 minggu terakhir hingga 30 April 2022.Pasien merupakan rujukan dari Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
Umur Berapa Anak Berpotensi Terkena Hepatitis Akut?
Anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun. Sekitar 10% dari seluruh kasus membutuhkan transplantasi hati.
Apa Gejala & Penyebab Hepatitis Akut pada Anak?
Gejala klinis yakni adanya peningkatan pada enzim hati, sindrom jaundice akut, nyeri abdomen, diare, dan muntah-muntah. Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.
Penyebab hepatitis akut pada anak belum diketahui. Menurut pemeriksaan laboratorium, virus hepatitis A, B, C, D, dan E tidak ditemukan dalam penyakit tersebut. Adapun yang teridentifikasi yakni Adenovirus F type 41, SARS COV-2, dan ko-infeksi Adenovirus & SARS COV-2.
SUMBER:
Press Release Kemenkes dalam Artikel ‘Masayakarakat Agar Waspada Setelah 3 Pasien Anak dengan Hepatitis Akut meninggal Dunia’ (2022)






