Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit akibat virus, yang ditularkan oleh binatang.

Mendadak Cacar Monyet, Darimana Asalnya?
Kasus cacar monyet (monkeypox) ditemukan di Afrika Barat dan Tengah. Virus ini bersumber dari zoonosis dan dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Hewan yang diduga membawa dan menularkan virus monkeypox berjenis hewan pengerat Afrika. Pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo (DRC), seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dikonfirmasi memiliki penyakit monkeypox oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Apa Ciri-ciri Cacar Monyet?
Pada tahun 2003, sekelompok orang di Amerika Serikat memiliki gejala demam, gejala pernapasan, dan limfadenopati. Diduga, gejala ini ditimbulkan setelah terpapar oleh anjing peliharaan yang terinfeksi virus monkeypox.
Monkeypox memiliki gejala yang mirip dengan cacar air, seperti demam 38,5-40,5 derajat celcius, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Adapun yang membedakan keduanya yaitu monkeypox dapat menyebabkan pembengkakan pada getah bening (limfadenopati). Gejala lain monkeypox yaitu:
- Nyeri otot/Myalgia
- Sakit punggung
- Asthenia (kelemahan tubuh)
- Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)
Setelah sesorang yang teridentifikasi monkeypox mengalami demam selama 1-3 hari (atau lebih lama), akan terjadi ruam mulai dari wajah hingga seluruh anggota tubuh. Biasanya monkeypox berlangsung 2-4 minggu. Terdapat setidaknya 1 dari 10 orang di Afrika yang mengalami kematian akibat monkeypox.
Bagaimana Cara Mencegah Cacar Monyet?
Agar penularan virus tidak semakin menyebar, adapapun hal yang dapt kamu lakukan untuk mencegah vitus tersebut terjadi yaitu:
- Jaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan benar
- Mengolah dan memasak daging dengan matang
- Menghindari dari dari kontak dengan apapun yang pernah tersentuh oleh hewan yang sakit
- Menghindari diri dari hewan yang sakit
- Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) jika harus merawat orang yang terkena monkeypox
Waspada Kondisi Kesehatan Anak
Di tengah repotnya pencegahan virus yang akhir-akhir ini mewabah, kondisi kesehatan anak-anak dengan penyakit tertentu justru semakin diwaspadai. Terutama, bagi anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah akibat kanker. Sama halnya seperti 47 anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera dampingan Pita Kuning. Jangankan mewaspadai jenis virus baru, bahkan sebelum virus monkeypox mewabah, anak dengan kanker terus-terusan berjuang melawan kanker yang ada di dalam dirinya sendiri.
Melihat virus silih berganti dewasa ini, mari bersama-sama jaga kondisi tubuh dan ikut bantu jaga kondisi kesehatan anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera. Tunjukan dukunganmu dengan membagikan harapan ataupun semangat untuk Anak Pita Kuning dan tag Instagram @pita_kuning. Selain itu, kamu juga bisa ikut berdonasi untuk anak dengan kanker demi meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Terima kasih atas partisipasimu!
SUMBER:
Qelina, L., & Graharti, R. (2019). Human Monkeypox Virus: Respon Kesiapan Darurat Dunia. Jurnal Medula, 9(3), 483-489.
Situs Litbang Kemenkes RI ‘Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox) dan yang Perlu Kita Tahu Tentangnya’






