Apa yang membuat Citayam Fashion Week kian menarik? Kenapa Citayam Fashion Week menjadi incaran para remaja dan influencer Indonesia? Sebenarnya, ada apa saja, sih, di Citayam Fashion Week? Simak artikel berikut, ya!
Mendadak Citayam Fashion Week

Kemudahan akses transportasi umum dan area pedestrian yang luas, menjadikan daerah Dukuh Atas sebagai incaran para remaja sub urban Jakarta sebagai ruang komunal terbuka dan saling menunjukan gaya berpakaian selayaknya model profesional seraya menyebrangi zebra cross. Deretan nama seperti Jeje, Bonge, dan Kurma mungkin tak lagi asing di telinga, jika dikaitkan dengan tren Citayam Fashion Week. Cara mereka memadu-padankan pakaian menjadi kiblat segelintir anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan diri.
Tak hanya dikenal sebagai kawasan elit pekerja Jakarta, SCBD (Sudirman Central Business District) kini disebut-sebut sebagai Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok. Derasnya pro-kontra di media sosial, menjadikan tren Citayam Fashion Week terus bergulir dari minggu ke minggu. Publik figur juga ikut memadati riuhnya tren tersebut. Menurut kabar yang beredar, Citayam Fashion Week bahkan akan didaftarkan sebagai merek terdaftar oleh artis ibukota.
Citayam Fashion Week = Wadah Anak-anak Mengekspresikan Diri

Di balik padatnya lalu lalang remaja di Dukuh Atas, tren Citayam Fashion Week menjadi bukti bahwa anak-anak di Indonesia mendapatkan kebebasan berekspresi. Tentunya dengan batasan-batasan tertentu seperti menjaga ketertiban dan kebersihan. Bersamaan dengan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2022, Pita Kuning ikut memadati area Dukuh Atas dan sesekali ‘mencuri’ perhatian agar anak-anak tersebut dapat mempertahankan hak-haknya, mulai dari hak mendapatkan pendidikan hingga hak untuk hidup sehat. Tak hanya dukung anak dengan kanker untuk meningkatkan kualitas hidupnya, Pita Kuning juga mendukung seluruh anak Indonesia untuk bisa mendapatkan haknya sebagai anak-anak.
Di balik gaya berpakaian dan aksesoris yang nyentrik, anak-anak tersebut memiliki ‘sisi terang’ untuk meraih masa depannya. Beberapa di antara mereka bahkan sibuk meraih ambisi dalam kurun waktu dekat. Ada yang memperjuangkan kesempatan mengkomersialisasikan konten di media sosial (paid promotion) bermodalkan 5 juta pengikut TikTok, ada yang sibuk belajar demi menyabet profesi impian, ada juga yang terus mencari cara agar dapat mentransfer kebahagiaan untuk kedua orang tuanya.
Ketika Hujan Bukan Penghalang untuk Eksis di Jalan

Meski berkali-kali derasnya hujan sempat mengguyur area Dukuh Atas pada 23 Juli 2022, hal tersebut tidak menyulut semangat anak-anak untuk eksis berjalan-jalan dan menyapa kelompok remaja lainnya. Sekelompok remaja juga rela antri di pedestrian demi bisa menyebrang dan memperlihatkan pakaian terbaiknya. Secara tidak langsung, Citayam Fashion Week menjadi area komunal terbuka untuk siapa saja. Tak hanya anak-anak, deretan media juga tak mau ketinggalan informasi terkini. Salah satunya yakni liputan mengenai Pita Kuning Merayakan Hari Anak di SCBD. Semakin lengkap dengan hadirnya komunitas pecinta K-POP, parodi karakter Deadpool, dan wawancara dadakan dengan anak-anak SCBD.
Bagaimanapun, Citayam Fashion Week merupakan wajah baru kreativitas anak muda di penjuru wilayah dengan segala keunikannya. Terima kasih untuk setiap kamu yang telah mendukung hak anak untuk dapat menyampaikan aspirasi dan mengekspresikan diri. Tak hanya di SCBD, semoga anak-anak lainnya dapat menyongsong masa depan Indonesia yang kreatif, berwawasan, dan berkualitas.
Sekali lagi, selamat Hari Anak Nasional untuk penerus Bangsa Indonesia!






