Viralnya OpenAI dan ChatGPT, Ada 1 Hal yang Belum Bisa Tergantikan AI!

OpenAI dan ChatGPT kini ramai diperbincangkan jagat raya media sosial. Bagaimana tidak, kecerdasannya menjawab pertanyaan dengan terstruktur dari berbagai topik (layaknya manusia) disebut-sebut sebagai pengganti Google. OpenAi dan ChatGPT seakan mampu menawarkan solusi dari permasalahan yang ada. Namun, sejauh mana kepintaran OpenAI dan ChatGPT dalam memecahkan masalah? apakah keduanya dapat menggantikan kerja manusia? dan apa hal yang belum bisa digantikan AI? simak jawabannya dalam artikel berikut.

OpenAI dan ChatGPT (2)
Cerdasnya AI dalam ChatGPT, Menolak untuk Menjawab Pertanyaan yang Tidak Pantas (Source: Situs OpenAI)

OpenAI dan ChatGPT Viral di Jagat Internet

Belakangan, tangkapan layar OpenAi dan ChatGPT memadati beranda media sosial, Twitter misalnya. Namun sudahkah kamu tahu apa itu OpenAI dan ChatGPT? OpenAI adalah perusahaan riset dengan misi membawa kebermanfaatan dari penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Sedangkan ChatGPT adalah salah satu fitur yang ditawarkan oleh OpenAI untuk menjawab pertanyaan dengan cara berdialog. ChatGPT juga dapat meninjau pertanyaan yang diajukan, menanyakan kembali premis yang salah, dan menolak untuk menjawab pertanyaan yang tidak pantas.

Kamu bisa mensimulaiskan percakapan dengan ChatGPT melalui chat.openAI.com.

Apakah AI Dapat Menggantikan Manusia?

Menurut David De Cremer dan Garry Kasparov dalam rilisan Harvar Business Review (HBR), mesin yang dioperasikan oleh AI lebih cepat, akurat, dan konsisten rasional namun AI tidak memiliki intuisi, emosi, dan kepekaan budaya. kemampuan inilah yang hanya dimiliki oleh manusia dan membuat kita efektif.

Kita menyadari bahwa kecerdasan buatan yang dimiliki AI sangat berguna untuk mengatur sebuah organisasi karena kemampuan mengimitasi manusia berperilaku dan mengambil keputusan. Hal tersebut membuat AI mampu mengidentifikasi pola informasi yang optimal dengan tren pekerjaan. Kelebihan lainnya, AI juga tidak pernah lelah secara fisiki, selama diberi data, AI akan terus bekerja. Ini artinya, penggunaan AI cocok diaplikasikan untuk pekerjaan rutin tingkat rendah yang repetitif.

Berbeda dengan AI yang hanya responsif pada ketersediaan data yang ada, manusia punya kemampuan untuk berimajinasi, merasakan, mengantisipasi, dan menilai situasi yang berubah-ubah. Kemampuan inilah yang disebut dengan Authentic Intelligence (AI2). Misalnya kemampuan menghadapi perubahan, sekaligus tetap mengedepankan kreatifitas dan membuat strategi untuk pekerjaan di masa depan.

Bagaimanapun, Artificial Intelligence dan Authentic Intelligence dapat melengkapi satu sama lain. Hal ini akan menciptakan jenis kecerdasan yang memungkinkan organisasi menjadi lebih efisien dan akurat, tetapi pada saat yang sama juga kreatif dan proaktif.

Apa yang belum bisa diganti AI?

Bersimpati dan berempati membuat manusia memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang didasari oleh intuisi, emosi, dan kepekaan (hal-hal yang belum bisa digantikan AI). Hal-hal yang melibatkan ketiga hal tersebut menjadikan manusia menjadi makhluk cerdas yang seutuhnya. Membantu kelompok masyarakat prasejahtera juga termasuk bentuk empati yang bisa kamu terapkan di kehidupan sehari-hari. Dengan berempati, kamu juga turut melatih kemampuan sebagai berikut; lebih mudah bekerja sama dengan orang lain, membangun jejaring personal dan profesional, dan melatih pengambilan keputusan moral.

Bagaimanapun, jangan lupa untuk terus belajar agar bisa memaksimalkan inovasi-inovasi baru (seperti AI) di lingkungan profesional ataupun bermasyarakat!

OpenAI dan ChatGPT (1)

SUMBER:

Rilisan berjudul ChatGPT: Optimizing Language Models for Dialogue  oleh OpenAI (2022)

Artikel berjudul AI Should Augment Human Intelligence, Not Replace It‘  oleh David De Cremer Garry Kasparov

Artikel berjudul ‘Empati dalam Kehidupan‘ oleh Ardiansyah, SKM. M.M

Atikel Terkait ...

Picture of Pita Kuning

Pita Kuning

Yayasan yang memberikan layanan psikososial bagi anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera

Semua Post

Kabar Berita

Berlangganan Artikel

Jadi yang pertama untuk mendapat kabar terbaru Pita Kuning

Cerita Anak