Pengaruh buah dan sayur untuk mencegah kanker perlu menjadi perhatian khusus untuk para orang tua yang saat ini mengasuh anak dengan kanker.

Meningkatnya Kasus Kanker di Negara Berkembang
Dewasa ini, pola penyakit telah naik level ke tingkat yang lebih serius. Pola penyakit tersebut yaitu pergeseran penyakit infeksi ke penyakit degeneratif, penyakit yang terjadi akibat memburuknya organ dan jaringan seiring berjalannya waktu. Pola konsumsi sesorang mempengaruhi penyakit degenerasi seperti kanker. Kanker diawali dengan perubahan genetik yang bertanggung jawab pada pemulihan dan pertumbuhan sel.
Adapun 5 perilaku yang berpengaruh pada peningkatan risiko terjadinya kanker diantaranya yakni:
- Pola makan yang membuat indeks masa tubuh tinggi
- Kurangnya konsumsi buah dan sayur
- Kurangnya aktivitas fisik
- Kebiasaan merokok dan
- Konsumsi alkohol secara berlebihan
Dalam artikel kali ini, mama dan papa akan mendapatkan info yang terfokus pada poin ke dua, yaitu pola makan sehat. Pengaruh buah dan sayur untuk mencegah kanker dapat diimbangi dengan konsumsi rutin sebagai anti oksidan, juga sebagai penangkal jahat yang masuk ke dalam tubuh.
BACA JUGA: Kasus Kanker pada Anak Meningkat, Apakah Benar?
Seberapa Besar Pengaruh Buah dan Sayur untuk Mencegah Kanker?
Tahukah kamu? meski Indonesia tergolong menjadi negara tropis yang kaya akan hasil sayur dan buah, namun terdapat setidaknya 93,5% penduduk yang kurang mengkonsumsi buah dan sayur pada tahun 2013 (menurut Riset Kesehatan Dasar atau RIKERDAS). Pengaruh buah dan sayur untuk mencegah kanker dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, sosial ekonomi, dan etnis. Jika tidak mengkonsumsi dayur dan buah secara rutin, maka tubuh kekurangan sumber vitamin dan mineral yang berdampak pada terjadinya gangguan dan sistem syaraf (Adriana, 2012).
Karena itu, buah dan sayur sangat berpengaruh untuk mencegah terjadinya gangguan dan mencegah terjadinya penyakit khususnya kanker pada anak. Adapun manfaat lain dari mengkonsumsi buah diantaranya:
- Sayuran dan buah mengandung enzim aktif yang dapat mempercepat reaksi kimia di dalam tubuh. Anti oksidannya menetralkan radikal bebas anti kanker dan menghambat perumbuhan kolesterol di dalam tubuh.
- Kandungan serat pada sayur dan buah bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan mikrofola usus; serat larut dan serat tidak larut. Serat larut memperbaiki performa usus sehingga jumlah bakteri yang bermanfaat untuk tubuh dapat tumbuh dengan baik. Sedangkan serat tidak larut yaitu menghambat pertumbuhan bakteri yang membahayakan tubuh.
Bantu Anak dengan Kanker Mendapat Gizi Seimbang, Yuk!
Pita Kuning sadar pentingnya pemberian pola gizi seimbang untuk anak, khususnya yang memiliki kanker. Karena itu, Pita Kuning mengajak kamu untuk bantu memenuhi nutrisi bulanan yang termasuk meberikan asupan vitamin dari buah-buahan. Bantuan dapat kamu salurkan melalui Donasi Rutin atau Donasi Kebutuhan Pokok.
SUMBER:
Kurniawati, T., & Saida, N. (2017). POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI UASAHA PENANGGULANGAN PENYAKIT KANKER. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3(3c).






