Niat Jadi Baddie Malah Worry! Kenali Fakta Lipstik yang Tertelan Saat Makan

HP full battery? Check. 

Saldo M-Banking? Check. 

Tapi tunggu… kalau alis belum ‘jadi’ dan bibir masih pucat, Gen Z jelas belum siap menghadapi dunia. Yaps, pensil alis dan lippies menjadi item essential yang nggak bisa ditawar lagi.

Niat Jadi Baddie Malah Worry! Kenali Fakta Lipstik yang Tertelan Saat Makan
Niat Jadi Baddie Malah Worry! Kenali Fakta Lipstik yang Tertelan Saat Makan

Lagi nongkrong cantik bareng teman, makanan dan minuman datang, tapi lipstik masih tetap dipakai karena sayang kalau harus dihapus. Siapa yang relate?

Kebiasaan ini mungkin terdengar sepele dan sering dilakukan banyak orang. Padahal, setiap kali makan atau minum saat masih memakai lipstik, ada kemungkinan sebagian produknya ikut tertelan tanpa disadari. Meski jumlahnya sangat sedikit, paparan yang terjadi secara berulang dalam jangka panjang tetap perlu diperhatikan.

Menurut dr. Gagan Raina, Kosmetolog sekaligus Medical & Clinical Director Arisia Skin Clinic, penggunaan lipstik dan lip balm setiap hari dapat menyebabkan konsumsi tidak sengaja sekitar 20-40 miligram produk per hari. Meski jumlahnya terlihat kecil, paparan yang terjadi secara terus-menerus dapat terakumulasi di dalam tubuh seiring berjalannya waktu.

“Jumlah ini memang terlihat kecil, namun jika diakumulasikan selama bertahun-tahun, kandungan zat pada lipstik yang mengendap di dalam tubuh tidak bisa lagi dianggap sepele,” jelas dr. Gagan Raina, dikutip dari Hindustan Times.

Karena itu, penting untuk mengenali kandungan dalam lipstik yang digunakan serta memahami cara mengurangi risiko paparan zat berbahaya, tanpa harus berhenti menggunakannya.

Kandungan Lipstik yang Perlu Diperhatikan 

Lipstik umumnya dibuat dari campuran lilin, minyak, dan pigmen yang berfungsi memberikan tekstur, kelembapan, serta warna pada bibir. Selain itu, beberapa produk juga mengandung bahan tambahan seperti pewangi, paraben, emolien, setil alkohol, hingga logam berat dalam kadar tertentu. Sebagian besar bahan tersebut aman digunakan sesuai ketentuan. Namun, beberapa kandungan, terutama logam berat, perlu mendapat perhatian karena berpotensi ikut tertelan saat makan atau minum.

Dua jenis logam berat yang paling sering menjadi sorotan adalah timbal (lead) dan kadmium (cadmium). Paparan kedua zat ini secara berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila terakumulasi di dalam tubuh. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Kidney Diseases, paparan timbal diketahui berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal. Sementara itu, kadmium juga dapat memengaruhi fungsi ginjal dan hati serta diklasifikasikan sebagai karsinogen, yaitu zat yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kanker. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk lipstik yang telah memenuhi standar keamanan dan menggunakannya dengan bijak.

Lalu, Seberapa Besar Risiko Jika Sisa Lipstik Ikut Tertelan Setiap Kali Kita Makan Atau Minum? 

Lalu, seberapa besar risiko jika sisa lipstik ikut tertelan setiap kali kita makan atau minum?
Lalu, seberapa besar risiko jika sisa lipstik ikut tertelan setiap kali kita makan atau minum?

Kabar baiknya, sisa lipstik yang tidak sengaja tertelan sesekali umumnya tidak serta-merta menimbulkan gangguan kesehatan. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah paparan yang terjadi secara berulang dalam jangka panjang, terutama jika lipstik yang digunakan mengandung logam berat dalam kadar tertentu.

Meski kadar kadmium dalam lipstik umumnya kecil, paparan berulang dalam jangka panjang tetap perlu diperhatikan. Beberapa studi yang dilakukan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Ghana, dan Indonesia, menemukan bahwa sebagian lipstik yang beredar di pasaran mengandung kadmium dalam kadar tertentu, bahkan ada yang melebihi batas aman. Oleh karena itu, pastikan produk lipstik yang digunakan telah terdaftar di BPOM dan berasal dari produsen yang terpercaya.

Selain memilih produk yang aman, menghapus lipstik sebelum makan atau minum juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko tertelannya sisa produk. Gunakan lipstik secukupnya dan perhatikan kebersihan bibir sebelum mengaplikasikan kembali lipstik.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa pigmen pada lipstik dengan warna lebih gelap dapat memiliki kandungan logam berat yang lebih tinggi dibandingkan warna yang lebih terang. Namun, kadar tersebut tetap bergantung pada formulasi dan proses produksi masing-masing produk. Karena itu, yang terpenting adalah memastikan produk yang digunakan telah memenuhi standar keamanan.

Dengan memperhatikan kebiasaan kecil tersebut, kamu tidak perlu berhenti menggunakan lipstik. Tetap tampil percaya diri dengan warna favoritmu, sambil menjaga kesehatan melalui penggunaan produk yang lebih bijak.

Referensi:

  1. Popmama. (2025). Tidak Menghapus Lipstik sebelum Makan, Ini Bahaya bagi Kesehatan. Diakses dari [Popmama](https://www.popmama.com/life/fashion-and-beauty/tidak-menghapus-lipstik-sebelum-makan-ini-bahayanya-00-jdp99-w5ng33)
  2. Republika. (2025). Sering Pakai Lipstik Saat Makan? Awas, Zat Berbahaya Ini Bisa Ikut Tertelan. Diakses dari [Republika Online](https://ameera.republika.co.id/berita/t7wwap425/sering-pakai-lipstik-saat-makan-awas-zat-berbahaya-ini-bisa-ikut-tertelan)
  3. Hello Sehat. Kandungan Lipstik yang Aman: Apa Saja yang Perlu Diketahui? Diakses dari [Hello Sehat](https://hellosehat.com/penyakit-kulit/perawatan-kulit/kandungan-lipstik-aman/#goog_rewarded)

 

Ikuti terus berita mengenai aktivitas dan kegiatan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam mendampingi anak-anak kanker dari keluarga pra-sejahtera melalui kanal media sosial Pita Kuning di bawah:

Instagram: @pita_kuning
Facebook: Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia
X: @pitakuning
YouTube: Pita Kuning
Spotify: Pita Kuning Podcast

Atikel Terkait ...