Kimpul yang Lagi Viral di FYP, Ternyata Punya 4 Manfaat Menarik untuk Tubuh!

“Hari ini banyak deadline, karena semangatnya nggak ada, jadi saya ganti dengan kimpul.”

“Hari ini jalan sama pacar, karena nggak ada, jadi saya ganti dengan kimpul.”

Kalau belakangan ini kalimat “diganti dengan kimpul” terus seliweran di FYP kamu, kamu nggak sendirian.

Semuanya bermula dari konten seorang kreator asal Bantul, @black.sheep8208 (TikTok dan Instagram), yang rutin membagikan kreasi makanan berbahan kimpul. Bukan cuma direbus atau dikukus, kimpul diolah menjadi berbagai menu dan bahkan digunakan sebagai alternatif nasi, pasta, kentang, sampai tepung.

Kontennya pun ikut naik daun. Dari yang awalnya cuma makanan, kimpul berubah jadi bahan meme. Apa pun yang nggak ada, bisa diganti kimpul. Pacar nggak ada? Kimpul. Semangat hilang? Kimpul. Yang awalnya cuma bahan makanan, kimpul sekarang berubah jadi salah satu tren yang ramai di media sosial.

Tapi, di balik tren yang berseliweran, sebenarnya apa sih kimpul itu?

Kenalan Dulu Sama Kimpul

Kimpul, umbi lokal yang kini diolah menjadi berbagai hidangan kekinian, seperti cookies hingga mango sticky rice. (sumber: @black.sheep8208)
Kimpul, umbi lokal yang kini diolah menjadi berbagai hidangan kekinian, seperti cookies hingga mango sticky rice. (sumber: @black.sheep8208)

Kimpul atau Xanthosoma sagittifolium merupakan salah satu jenis umbi lokal yang juga dikenal dengan nama talas belitung, busil, atau bote. Di beberapa daerah Indonesia, kimpul sudah lama dikonsumsi sebagai makanan tradisional.

Menurut KBBI, kimpul merupakan tumbuhan talas dengan umbi yang relatif kecil dan kulit berwarna hitam atau gelap.

Jadi, meskipun baru viral sekarang, kimpul sebenarnya bukan anak baru di dunia pangan Indonesia.

Terus, Kimpul Bagus Nggak Buat Tubuh?

Nah, ini bagian yang mungkin bikin kamu melihat kimpul dengan perspektif berbeda.

Kimpul mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein nabati, serta sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin B kompleks, zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga pernah membahas kimpul sebagai salah satu alternatif sumber karbohidrat. Jadi, hype-nya bukan cuma karena kimpul berhasil menguasai FYP.

1. Bikin Kenyang Lebih Lama

Kimpul mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lebih perlahan oleh tubuh. Artinya, energi dilepaskan secara lebih bertahap dan rasa kenyang bisa bertahan lebih lama.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa konsumsi kimpul dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan sumber karbohidrat yang lebih cepat dicerna.

Tapi, bukan berarti nasi harus langsung dihindari, ya. Keduanya tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.

2. Bisa Membantu Mengontrol Lonjakan Gula Darah

Karena mengandung karbohidrat kompleks dan serat, kimpul berpotensi membuat peningkatan gula darah berlangsung lebih bertahap.
Ini membuat kimpul menarik untuk dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan sumber karbohidrat dalam pola makan sehat.

Sekali lagi, bukan berarti makan nasi otomatis bikin gula darah “meledak”. Yang lebih penting adalah keseluruhan pola makan, porsi, dan bagaimana makanan tersebut dikonsumsi.

3. Gluten Free Secara Alami

Sedang mengurangi gluten atau memang membutuhkan makanan bebas gluten?

Kimpul secara alami tidak mengandung gluten. Budi Gunadi Sadikin juga menyebut kimpul sebagai salah satu bahan pangan gluten free yang relatif ekonomis.

Jadi, selain bisa masuk ke berbagai kreasi makanan, kimpul juga punya potensi sebagai alternatif bahan pangan yang lebih beragam.
Punya Kandungan Mineral yang Dibutuhkan Tubuh

4. Kimpul juga mengandung sejumlah mineral, termasuk kalium dan fosfor.

Kalium sendiri berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot serta saraf.
Artinya, si umbi yang awalnya cuma muncul sebagai bahan meme ini ternyata punya kandungan nutrisi yang baik juga.

Kimpul Bukan Sekadar Pengganti Nasi: Perhatikan Gizi dan Cara Mengolahnya

Kimpul Bukan Sekadar Pengganti Nasi: Perhatikan Gizi dan Cara Mengolahnya
Kimpul Bukan Sekadar Pengganti Nasi: Perhatikan Gizi dan Cara Mengolahnya

Meski bisa jadi alternatif sumber karbohidrat, kimpul tetap perlu dikombinasikan dengan sumber gizi lainnya. Budi Gunadi Sadikin mengimbau agar konsumsi kimpul tetap dilengkapi dengan protein supaya kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.

Contohnya simpel: kimpul sebagai sumber karbohidrat, lalu tambahkan telur rebus sebagai protein untuk menu sarapan. Jadi, bukan sekadar “ganti nasi pakai kimpul”, tapi tetap memperhatikan isi piring secara keseluruhan.

Sebelum ikut bereksperimen dengan kimpul, ada satu hal yang wajib diperhatikan: cara mengolahnya.

Kimpul perlu dikupas hingga bersih, terutama dari bagian yang masih mengandung getah. Setelah itu, potong sesuai kebutuhan dan rendam dalam air garam selama sekitar 15 – 30 menit. Cuci kembali menggunakan air mengalir sebelum kimpul direbus, dikukus, atau digoreng.
Yang paling penting, jangan makan kimpul dalam keadaan mentah atau setengah matang.

Kimpul mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal, sensasi terbakar, hingga pembengkakan pada mulut dan tenggorokan jika tidak diolah dengan benar.

Karena itu, pastikan kimpul dimasak sampai benar-benar matang dan empuk. Proses pemanasan membantu mengurangi kandungan kalsium oksalat sehingga kimpul lebih aman untuk dikonsumsi.

Jadi, tertarik ikut mencoba kimpul?

Referensi:

  1. Halodoc. (2026). Mengenal Beragam Manfaat Kimpul untuk Kesehatan Tubuh. Diakses dari Halodoc.

  2. Good News From Indonesia. (2026). Viral di Media Sosial, Ternyata Kimpul adalah Umbi Lokal yang Selama Ini Terlupakan. Diakses dari Good News From Indonesia.

  3. Kompas.com. (2026). Kimpul Jadi Viral, Menkes Ungkap 3 Manfaatnya untuk Kesehatan. Diakses dari Kompas.com.

Ikuti terus berita mengenai aktivitas dan kegiatan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam mendampingi anak-anak kanker dari keluarga pra-sejahtera melalui kanal media sosial Pita Kuning berikut ini:

Instagram: @pita_kuning
Facebook: Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia
Twitter: @pitakuning
YouTube: Pita Kuning
Spotify: Pita Kuning Podcast

 

Atikel Terkait ...