Perkenalkan namaku Rifqi. Pada saat usiaku 5 tahun, aku sempat merasakan sakit perut yang sangat hebat. Saat itu aku juga mengalami demam yang sangat tinggi. Kata dokter aku mengalami sakit maag. Kata Mama berat badanku tidak pernah lebih dari 17 kg.

Aku kemudian dibawa ke Rumah Sakit yang lebih besar untuk dicek kembali. Dari situ baru ketahuan bahwa aku terkena Lymphoma Burkitt (Kanker Usus). Pada bulan Oktober 2019 aku harus dioperasi untuk mengobati sakitku.

Saat harus ke Rumah Sakit, kadang aku sering kesal dan marah. Aku bosan apalagi kalo di dalam ruangan inap tidak ada teman yang aku kenal. Aku sering merengek kepada Mama supaya bisa cepat pulang ke rumah.

Sekarang aku sudah bersekolah di PAUD, meskipun aku harus sering izin karena harus berobat ke Rumah Sakit. Aku sudah bisa mengenal angka dari 1-10 dan juga menulis angka 1-2. Baru sedikit sih, tapi aku tetap semangat untuk belajar. Doakan aku supaya nanti bisa jadi dokter ya. Supaya aku bisa mengobati teman-temanku yang sakit.

 

 

 

 

 

Sindi mau sembuh Ma.. Biar bisa sekolah dan menjadi seorang perawat seperti impianku Ma.!! Kalimat inilah selalu menjadi penguat untuk terus berjuang mengalahkan penyakitku. Aku didiagnosa memiliki penyakit kanker darah tipe Acute Lympoblastic Leukemia (ALL) sejak Agustus 2017 lalu.

Aku dan keluargaku tinggal di Pandeglang tapi sekarang kami pindah rumah ke Jakarta untuk fokus pada pengobatanku. Sedih sekaligus senang sih. Semua demi kesembuhanku meskipun harus rela ninggalin teman-teman dan keluarga lain di kampung. Aku senang punya banyak orang yang sayang kepadaku. Berkat mereka, sekarang aku bisa mengejar ketertinggalanku dalam belajar. Sekarang aku lagi fokus belajar mengenal angka dan huruf  dan beragam bentuk. Rasanya kepengen bisa cepat-cepat masuk sekolah dan bisa sukses. Kalau sudah sukses nanti akan kubelikan rumah untuk orang tua yang sudah membesarkanku. Semoga impianku tercapai yah, doain aku!

Perkenalkan namaku Dina. Aku didiagnosa kanker darah tipe ALL di bulan Desember 2018. Selama dua tahun terakhir ini aku berjuang melawan kanker, bolak balik  ke rumah sakit jadi kegiatan rutinku. Kadang aku harus nginep sampai berhari-hari. Lumayan bikin capek dan bosen sih. Apalagi kalo di Rumah Sakit nggak bisa ngapa-ngapain.

Selama fokus menjalani perawatan, mau tidak mau  aku jadi sering izin sekolah. Padahal aku seneng banget belajar. Prestasiku juga bagus. Saat kelas 1 SMP aku sempat menjadi peringkat 1 di kelas. Konsekuensi dari sering izin sekolah,  membuat aku terpaksa nggak naik kelas. Sedih rasanya, aku jadi nggak bisa belajar bersama teman-teman dekatku. Saat ini kondisiku sudah cukup stabil, jadwal kemoterapi pun sudah tidak sepadat sebelumnya. Akhirnya aku bisa kembali bersekolah lagi meski pihak sekolah masih memberikan dispensasi jika aku diharuskan ke Rumah Sakit untuk kontrol atau melakukan perawatan lainnya.

Saat dewasa kelak, aku berkeinginan menjadi Menteri Pendidikan. Dan kalau suatu hari nanti aku bisa bekerja dan memiliki uang sendiri, aku ingin membahagiakan Mama dan Ayah yang kini berjualan mainan di Pasar Gembrong.  Aku mau beliin  Ayah toko, supaya Ayah nyaman berjualan. Nggak perlu ngemper di jalanan lagi seperti sekarang.

Namaku Fajar. Saat ini usiaku saat ini sudah 10 tahun. Suatu hari, di bulan Oktober 2017, saat aku sedang pulang kampung badanku terasa menggigil dan wajahku juga pucat. Begitu tiba di rumah, Ayah dan Mama langsung membawaku ke Rumah Sakit. Setelah diperiksa, katanya aku mengalami kelainan sel darah. Kemudian aku dirujuk lagi ke Rumah Sakit yang lebih besar, dari situ baru disampaikan bahwa aku terkena kanker darah atau Leukemia.

Saat ini aku aktif bersekolah. Aku senang sekali sekolah karena bisa bermain dengan teman-teman. Aku sering lupa juga kalau sedang sakit, jadi aku main lari-larian di lapangan sekolah. Kadang bu guru mengingatkan supaya aku jangan terlalu capek. Aku juga diperbolehkan untuk tidak mengikuti pelajaran olahraga. Padahal sih sebenarnya aku senang-senang aja belajar olah raga sama teman-teman.

Kalau sudah besar nanti aku ingin sekali menjadi Masinis. Aku ingin berkeliling Indonesia dengan membawa gerbong yang panjang. Nanti kalo aku sudah punya uang sendiri, aku ingin membelikan handphone buat Mama. Soalnya kasihan Mama handphone-nya sering rusak.

 

Aku Fadhil, usiaku kini sembilan tahun dan sejak tahun 2015 aku mengidap Rhabdomyosarcoma atau kanker pada jaringan otot lunak. Awalnya mataku memerah seperti sakit mata, tapi kok nggak sembuh-sembuh. Aku dibawa ke puskesmas. Aku menjalani CT Scan, BMP, dan tindakan kemoterapi seabnyak 12 Siklus dan radiasi sebanyak 25 kali.Saat ini aku masih harus ke Rumah Sakit untuk mengecek mataku per 3 bulan dan ke Bagian Hemato per 2 bulan. Sekarang, tumor itu sudah mengecil tapi fungsi penglihatanku jadi menurun.

Aku bercita-cita ingin menjadi dokter hewan karena aku memang sangat menyukai hewan. Sampai-sampai, kalau aku merasa bosan dan tak semangat ke rumah sakit, Ummi menjanjikan aku hadiah untuk dibelikan hewan-hewan yang aku mau. Walau mengidap kanker, semangatku untuk sekolah tidak pernah surut. Aku janji akan membahagiakan Umi dan Abi kelak, membayar semua kelelahan mereka yang sudah merawatku dengan penuh kasih sayang.

Hallo. Namaku Ezha. Sudah lama aku bermimpi menjadi seorang pemain bola profesional. Tetapi hampir tidak mungkin bisa mewujudkannya.  Soalnya dua tahun lalu aku didiagnosis Willms Tumor yang mengharuskan aku sekarang hidup dengan satu ginjal saja.

Tindakan operasi sudah kulalui.  Kemoterapi untuk membersihkan sel kanker di tubuhku pun sudah selesai. Sekarang aku sudah bisa mulai kembali bermain, belajar dan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Kadang aku sering kelupaan kalau sudah bermain di luar rumah. Soalnya aku punya kesukaan bermain sepeda, lari-larian dan main sepak bola dengan teman-teman. Padahal aku gak boleh terlalu capek lagi. Makanya mama, papa dan nenek selalu omelin kalau aku sudah kelihatan lemas.

Tetapi aku gak pernah menyerah. Aku gak mau kalah dengan teman-temanku yang lain. Makanya aku sekarang ikut les di Bimba supaya bisa baca tulis dengan lancar. Aku gak pernah malas bangun kalau sudah saatnya berangkat sekolah. Kakak-kakak Pita Kuning pun selalu menyemangati aku. Makanya keluarga sangat senang karena aku gak pernah manja. Sekarang papa dan mama bisa kerja dengan tenang. Suatu hari nanti aku akan buat mereka semua bangga.

Hallo semua, namaku Rio. Di usiaku yang menjelang lima tahun ini, aku harus melalui banyak prosedur medis di Rumah Sakit. Mulai dari yang namanya operasi sampai dengan kemoterapi bukan hal yang asing lagi buatku. Kata mama semua berawal saat usiaku masih 40 hari. Mama melihat ada keanehan di mata kiriku. Setelah jalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit, akhirnya dokter mengatakan ada sel kanker yang menggerogoti mata kiriku. Tak lama setelah didiagnosa Retinoblastoma, bulan Desember 2019 mata kiriku pun benar-benar diangkat agar semuanya tak bertambah buruk. Alhamdulillah aku bisa bertahan sampai sejauh  ini dan sekarang sudah bebas obat lho.

Ayah dan mama selalu bergantian mengajariku untuk menulis dan menghapal jenis huruf dan angka. Semua demi keinginanku bisa bersekolah. Rasanya ingin cepat-cepat jadi orang sukses. Bisa meraih cita-citaku menjadi seorang Pemadam Kebakaran yang hebat. Pasti akan kubelikan rumah yang besar atau apa saja yang  asalkan bisa membuat orang tuaku bahagia.

Rafli adalah nama yang diberikan keluargaku. Tetapi semenjak sering sakit-sakitan, aku jadi terbiasa dipanggil Fajar. Kata mamaku sih..supaya aku cepat sembuh dan bisa meraih cita-citaku menjadi seorang Polisi.  

Setahun fokus pada penyakit epilepsiku, ternyata kondisiku tak membaik. Aku masih sering demam dan kulitku sangat pucat. Setelah menjalani Tindakan aspirasi sumsum tulang, pada Oktober 2018 aku pun didiagnosis memiliki penyakit kanker darah tipe Acute Lympoblastic Leukemia (ALL). Perjuanganku pun kian berat karena harus mengalahkan dua penyakit sekaligus. 

Untuk mengejar perkembangan motorikku yang terlambat, mama selalu menyempatkan diri untuk mengajari dan melatihku berbicara dan berjalan. Suatu hari nanti aku ingin bisa bersekolah seperti teman-teman yang setia menemaniku bermain. Kini tak lagi merasa sepi, karena ada kakak-kakak Pita Kuning yang rajin datang ke rumah untuk mendampingiku.

Hai! Namaku Thalita. Hobiku belajar, melukis, mewarnai, menyanyi, dan menonton. Walaupun harus kemoterapi, harus ke rumah sakit, walau apapun, aku tetap senang melakukan semuanya. Aku mengidap Leukemia atau Kanker Darah jenis ALL. Beruntung aku punya Mama yang sangaaaat perhatian dalam mengurus dan merawat aku dan juga Ayah yang selalu bekerja keras agar aku bisa berobat dengan baik.

Kalau Mama lagi gemas sama prosedur medis di Rumah Sakit dan jadi kurang bersemangat, aku langsung menghibur Mama. Kalau sudah besar nanti, aku akan menjadi dokter dan akan membelikan Mama rumah sendiri, supaya nggak pindah-pindah kontrakan terus. Pokoknya, aku nggak akan menyerah untuk sehat. Demi Mama, demi Ayah, demi Kakak, demi cita-citaku.

Hai namaku Rendra. Mungkin suatu hari nanti aku bisa mengendarai kereta secara langsung. Aku ingin sekali menjadi Masinis. Usiaku baru saja 3 tahun, tetapi sudah memiliki sel tumor ganas yang berkembang biak di bagian testisku. Sekitar pertengahan tahun 2018, aku menjalani pemerikasaan lengkap di Rumah Sakit dan akhirnya didiagnosa mengidap Yolk Sac Tumor, aku pun harus segera dioperasi. Lalu untuk menghilangkan sel-sel jahatnya yang tersisa, aku pun menjalani kemoterapi sekitar bulan Agustus 2018.

Dua tahun berlalu, prosedur pengobatanku pun selesai dan aku kini sudah bebas obat. Sekarang aku sudah mulai belajar angka, mengenal nama-nama warna, bentuk benda, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Aku ingin bisa masuk sekolah seperti anak-anak lainnya.