Perkenalkan namaku Rifqi. Pada saat usiaku 5 tahun, aku sempat merasakan sakit perut yang sangat hebat. Saat itu aku juga mengalami demam yang sangat tinggi. Kata dokter aku mengalami sakit maag. Kata Mama berat badanku tidak pernah lebih dari 17 kg.

Aku kemudian dibawa ke Rumah Sakit yang lebih besar untuk dicek kembali. Dari situ baru ketahuan bahwa aku terkena Lymphoma Burkitt (Kanker Usus). Pada bulan Oktober 2019 aku harus dioperasi untuk mengobati sakitku.

Saat harus ke Rumah Sakit, kadang aku sering kesal dan marah. Aku bosan apalagi kalo di dalam ruangan inap tidak ada teman yang aku kenal. Aku sering merengek kepada Mama supaya bisa cepat pulang ke rumah.

Sekarang aku sudah bersekolah di PAUD, meskipun aku harus sering izin karena harus berobat ke Rumah Sakit. Aku sudah bisa mengenal angka dari 1-10 dan juga menulis angka 1-2. Baru sedikit sih, tapi aku tetap semangat untuk belajar. Doakan aku supaya nanti bisa jadi dokter ya. Supaya aku bisa mengobati teman-temanku yang sakit.

 

 

 

 

 

Hai, namaku Syabilla. Usiaku saat ini 11 tahun. Sekitar dua setengah tahun yang lalu, aku didiagnosa mengidap Lymphoma Malignant Non Hodgkin (LMNH), kanker yang berkembang di kelompok sistem limfatik atau getah bening.

Aku sampai harus tertinggal pelajaran di sekolah karena mengikuti rangkaian pengobatan. Mulai dari operasi sampai kemoterapi. Tapi aku tak pernah menyerah, aku jalani semua, karena aku ingin sehat, aku nggak mau jadi beban Ayah dan Ibu lagi. Ayah sampai nggak bisa berjualan piscok seperti biasa dan tabungan orang tuaku habis untuk biaya berobat.

Aku juga ingin sembuh karena aku ingin bersekolah lagi, belajar bahasa Indonesia lagi. Bahasa Indonesia adalah pelajaran favoritku karena aku ingin menjadi penulis suatu hari nanti.

Oh ya, Alhamdulillah sejak Januari 2020, sel kanker di tubuhku enggak ditemukan lagi. Aku nggak harus menjalani pengobatan yang seram itu lagi. Tapi aku masih harus kontrol medis rutin sebulan sekali. Tak apalah, pokoknya aku semangat untuk sembuh seperti sedia kala! Doakan aku!

[Meninggal pada tanggal 25 Mei 2018]

[Meninggal pada tanggal 19 Juni 2018]

[ Meninggal pada tanggal 27 Juli 2019]

 

Halo kakak-kakak, namaku Ahmad Abraham. Aku biasa dipanggil Baem.

Aku lahir di Jakarta, 25 Februari 2015, dan saat ini aku berusia 2 Tahun. Pada usia 5 Bulan, ada hal yang berbeda di mataku. Aku merasakan mataku juling dan tampak bersinar seperti mata kucing. Dan pada usia 9 bulan, mataku memerah. Orang tuaku kemudian membawaku ke RS Sukmul, dan dari rumah sakit tersebut aku kemudian disarankan untuk dirujuk ke RSCM. Sebelum dirujuk ke RSCM, orang tuaku juga sempat membawaku untuk berobat ke BPP, RS Islam, dan RS Aini. Dari semua balai pengobatan tersebut aku tetap disarankan untuk dirujuk ke RSCM. Di RSCM aku kemudian melalui pemeriksaan CT Scan dan BMP. Pada 21 Januari 2016, hasil dari pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa aku didiagnosa retinoblastoma (kanker mata). Setelah itu aku harus melalui prosedur kemoterapi selama 4 bulan. Dampaknya, mataku sebelah kiri harus diangkat.

Aku sangat suka bernyanyi. Di rumah ibuku sering mengajak dan mengajarkan aku bernyanyi dengan banyak lagu. Tapi dua yang aku suka adalah sholawat dan lagu “Kalau Kau Suka Hati”. Ibu juga sering mengajarkanku mengingat huruf dan angka. Aku sekarang sudah menghafalnya.  Aku sangat senang ketika kakak-kakak relawan Pita Kuning datang mengunjungiku. Aku memiliki teman yang baru. Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus bermain juga belajar. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

 

Terima kasih

[Meninggal pada 31 Agustus 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku Lintang Maudy Dzulfani. Aku biasa dipanggil Lintang. Aku lahir di Kebumen, 23 Juni 2000, dan saat ini aku berusia 17 Tahun. Pada pemeriksaan awal, aku didiagnosa lupus. Aku kemudian dirujuk ke RS Mitra Keluarga dan selanjutnya ke RS Dharmais. Setelah pemeriksaan di RS Dharmais, aku didiagnosa Leukimia ALL. Aku juga sempat mengalami kaki bengkak, terdapat bercak, pendarahan di mata kiri dan sempat tidak dapat melihat.

Aku mempunyai hobi mewarnai. Mewarnai menjadi aktivitas refreshing di tengah-tengah masa perawatanku. Aku juga sangat senang sekali ketika kakak-kakak relawan pendamping dari Pita Kuning bermain ke rumahku. Aku jadi punya teman sharing dan bercerita.  Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus menjadi teman bercerita. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

 

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 4 Juni 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku M. Ihya Nudin. Aku biasa dipanggil Iyan. Aku lahir di Jakarta dan saat ini aku berusia 5 Tahun. Pada Januari 2017, aku merasa ada yang tidak biasa di kakiku. Aku tidak bisa berjalan. Oleh orang tuaku, aku kemudian dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Aku kemudian juga harus menjalani rawat inap selama satu minggu. Sebulan kemudian, karena hp leukositku naik, aku dirujuk ke Rumah Sakit lain, dan kemudian dilakukan prosedur BMP. Hasilnya aku positif leukemia AML Blast 80%. Bulan April 2017 aku dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional hingga sekarang.

Aku memiliki hobi menonton film kartun. Dan ketika kakak-kakak pendamping dari Pita Kuning datang, aku merasa sangat gembira. Kakak-kakak tersebut menjadi teman untukku ketika menonton film kartun dan menceritakannya kepadaku Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus bermain juga belajar. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

 

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 6 April 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku Yoga Handika Putra. Aku biasa dipanggil Yoga.

Aku lahir di Jakarta 24 April 2009, dan saat ini aku berusia 8 Tahun. Awalnya merasakan kondisi badan yang tidak baik dan berobat ke dokter di sekitar rumah. Dokter tersebut mendiagnosa bahwa aku terkena anemia. Aku kemudian dibawa oleh keluarga ke RSCM untuk dilakukan tranfusi darah, namun karena kendala tidak tersedianya kamar, hal tersebut terhambat. Aku kemudian dirujuk ke RS Sumber Waras, namun juga belum berhasil. Setelah juga tidak berhasil di RS. Hermina, aku kembali ke RSCM dan dinyatakan terkena Leukimia.

Aku suka bertemu dengan teman-teman yang baru. Aku tidak pemalu dan akan berusaha untuk mengakrabkan diri. Karenanya aku sangat senang ketika kakak-kakak relawan datang mengunjungiku. Karena aku sudah tidak bersekolah, kini teman-temanku hanya ada di sekitar rumah. Dengan kedatangan kakak-kakak relawan aku jadi punya banyak teman bermain. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang selalu menjagaku.

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 15 September 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku Akmal.

Aku lahir di Jakarta, saat ini aku berusia 14 Tahun. Pada tahun 2015, di beberapa malam aku sempat mengalami sakit kepala. Aku kemudian mengunjungi pengobatan alternative untuk diperiksa, namun tidak jelas diketahui penyebabnya dan juga belum sembuh. Oleh keluargaku, aku kemudian dibawa ke Rumah Sakit dan sempat didiagnosa sakit gigi. Aku kemudian dirujuk ke Rumah Sakit lain yang lebih besar. Setelah konsultasi, aku diarahkan untuk cek kanker. Setelah beberapa kali konsultasi, aku kemudian didiagnosa kanker Nasoforing.

Aku sangat menyukai olahraga terutama sepakbola. Karenanya aku berharap kondisi tubuhku selalu baik agar dapat menjalani hobi tersebut. Selain itu, aku juga ingin selalu menjaga kondisi fisik karena aku bercita-cita menjadi seorang polisi. Aku juga sangat senang ketika kakak-kakak relawan Pita Kuning datang mengunjungiku. Aku memiliki teman yang baru. Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus bermain juga belajar. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 15 Oktober 2017]

 

Halo, namaku Sean Diego atau biasa dikenal dengan Sean. Aku lahir di Jakarta, 15 April 2011, saat ini aku berusia 5 tahun.

Aku pertama kali di diagnosa kanker pada Maret 20 16. Awalnya saat pulang sekolah, aku mengeluh badanku sakit di beberapa tempat. Aku pun sempat dibawa ke “orang pintar” dan katanya aku “ketempelan” mahluk halus di sekolah.

Tidak puas, orantuaki memeriksakan aku ke RSCM dan dirujuk ke ortopedi. Akupun diduga mengalami rematik otot atau TBC tulang sehingga dirujuk lagi ke RS Premier Jatinegara. Namun, karena biaya lab yang besar, aku kembali lagi ke RSCM Kencana, sampai akhirnya bertemu dr. Murti yakin mendiagnosa ku mengalami leukimia.

Saat ini leukemianya sudah menyebar. Aku tidak dapat berjalan karena tulangku masih bermasalah. Tapi dengan melakukan terapi, aku sudah mengalami kemajuan, sekarang aku bisa menggerakan tanganku.

Saat ini aku adalah Anak Pita Kuning, aku dan keluarga merasa terbantu sekali dengan dukungan dari Pita Kuning. Terlebih karena kedua orangtuaku sudah tidak bekerja. Kami merasa sangat terbantu dengan segala bantuan Pita Kuning. Terima kasih Pita Kuning..