[Meninggal pada tanggal 25 Mei 2018]

[Meninggal pada tanggal 19 Juni 2018]

[ Meninggal pada tanggal 27 Juli 2019]

 

Halo kakak-kakak, namaku Ahmad Abraham. Aku biasa dipanggil Baem.

Aku lahir di Jakarta, 25 Februari 2015, dan saat ini aku berusia 2 Tahun. Pada usia 5 Bulan, ada hal yang berbeda di mataku. Aku merasakan mataku juling dan tampak bersinar seperti mata kucing. Dan pada usia 9 bulan, mataku memerah. Orang tuaku kemudian membawaku ke RS Sukmul, dan dari rumah sakit tersebut aku kemudian disarankan untuk dirujuk ke RSCM. Sebelum dirujuk ke RSCM, orang tuaku juga sempat membawaku untuk berobat ke BPP, RS Islam, dan RS Aini. Dari semua balai pengobatan tersebut aku tetap disarankan untuk dirujuk ke RSCM. Di RSCM aku kemudian melalui pemeriksaan CT Scan dan BMP. Pada 21 Januari 2016, hasil dari pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa aku didiagnosa retinoblastoma (kanker mata). Setelah itu aku harus melalui prosedur kemoterapi selama 4 bulan. Dampaknya, mataku sebelah kiri harus diangkat.

Aku sangat suka bernyanyi. Di rumah ibuku sering mengajak dan mengajarkan aku bernyanyi dengan banyak lagu. Tapi dua yang aku suka adalah sholawat dan lagu “Kalau Kau Suka Hati”. Ibu juga sering mengajarkanku mengingat huruf dan angka. Aku sekarang sudah menghafalnya.  Aku sangat senang ketika kakak-kakak relawan Pita Kuning datang mengunjungiku. Aku memiliki teman yang baru. Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus bermain juga belajar. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

 

Terima kasih

[Meninggal pada 31 Agustus 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku Lintang Maudy Dzulfani. Aku biasa dipanggil Lintang. Aku lahir di Kebumen, 23 Juni 2000, dan saat ini aku berusia 17 Tahun. Pada pemeriksaan awal, aku didiagnosa lupus. Aku kemudian dirujuk ke RS Mitra Keluarga dan selanjutnya ke RS Dharmais. Setelah pemeriksaan di RS Dharmais, aku didiagnosa Leukimia ALL. Aku juga sempat mengalami kaki bengkak, terdapat bercak, pendarahan di mata kiri dan sempat tidak dapat melihat.

Aku mempunyai hobi mewarnai. Mewarnai menjadi aktivitas refreshing di tengah-tengah masa perawatanku. Aku juga sangat senang sekali ketika kakak-kakak relawan pendamping dari Pita Kuning bermain ke rumahku. Aku jadi punya teman sharing dan bercerita.  Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus menjadi teman bercerita. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

 

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 4 Juni 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku M. Ihya Nudin. Aku biasa dipanggil Iyan. Aku lahir di Jakarta dan saat ini aku berusia 5 Tahun. Pada Januari 2017, aku merasa ada yang tidak biasa di kakiku. Aku tidak bisa berjalan. Oleh orang tuaku, aku kemudian dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Aku kemudian juga harus menjalani rawat inap selama satu minggu. Sebulan kemudian, karena hp leukositku naik, aku dirujuk ke Rumah Sakit lain, dan kemudian dilakukan prosedur BMP. Hasilnya aku positif leukemia AML Blast 80%. Bulan April 2017 aku dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional hingga sekarang.

Aku memiliki hobi menonton film kartun. Dan ketika kakak-kakak pendamping dari Pita Kuning datang, aku merasa sangat gembira. Kakak-kakak tersebut menjadi teman untukku ketika menonton film kartun dan menceritakannya kepadaku Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus bermain juga belajar. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

 

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 6 April 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku Yoga Handika Putra. Aku biasa dipanggil Yoga.

Aku lahir di Jakarta 24 April 2009, dan saat ini aku berusia 8 Tahun. Awalnya merasakan kondisi badan yang tidak baik dan berobat ke dokter di sekitar rumah. Dokter tersebut mendiagnosa bahwa aku terkena anemia. Aku kemudian dibawa oleh keluarga ke RSCM untuk dilakukan tranfusi darah, namun karena kendala tidak tersedianya kamar, hal tersebut terhambat. Aku kemudian dirujuk ke RS Sumber Waras, namun juga belum berhasil. Setelah juga tidak berhasil di RS. Hermina, aku kembali ke RSCM dan dinyatakan terkena Leukimia.

Aku suka bertemu dengan teman-teman yang baru. Aku tidak pemalu dan akan berusaha untuk mengakrabkan diri. Karenanya aku sangat senang ketika kakak-kakak relawan datang mengunjungiku. Karena aku sudah tidak bersekolah, kini teman-temanku hanya ada di sekitar rumah. Dengan kedatangan kakak-kakak relawan aku jadi punya banyak teman bermain. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang selalu menjagaku.

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 15 September 2018]

 

Halo kakak-kakak, namaku Akmal.

Aku lahir di Jakarta, saat ini aku berusia 14 Tahun. Pada tahun 2015, di beberapa malam aku sempat mengalami sakit kepala. Aku kemudian mengunjungi pengobatan alternative untuk diperiksa, namun tidak jelas diketahui penyebabnya dan juga belum sembuh. Oleh keluargaku, aku kemudian dibawa ke Rumah Sakit dan sempat didiagnosa sakit gigi. Aku kemudian dirujuk ke Rumah Sakit lain yang lebih besar. Setelah konsultasi, aku diarahkan untuk cek kanker. Setelah beberapa kali konsultasi, aku kemudian didiagnosa kanker Nasoforing.

Aku sangat menyukai olahraga terutama sepakbola. Karenanya aku berharap kondisi tubuhku selalu baik agar dapat menjalani hobi tersebut. Selain itu, aku juga ingin selalu menjaga kondisi fisik karena aku bercita-cita menjadi seorang polisi. Aku juga sangat senang ketika kakak-kakak relawan Pita Kuning datang mengunjungiku. Aku memiliki teman yang baru. Semoga kedepan, aku dan kakak-kakak relawan bisa terus bermain juga belajar. Terima kasih kakak-kakak relawan. Terima kasih juga untuk orang tuaku yang telah menjagaku hingga saat ini.

Terima kasih

[Meninggal pada tanggal 15 Oktober 2017]

 

Halo, namaku Sean Diego atau biasa dikenal dengan Sean. Aku lahir di Jakarta, 15 April 2011, saat ini aku berusia 5 tahun.

Aku pertama kali di diagnosa kanker pada Maret 20 16. Awalnya saat pulang sekolah, aku mengeluh badanku sakit di beberapa tempat. Aku pun sempat dibawa ke “orang pintar” dan katanya aku “ketempelan” mahluk halus di sekolah.

Tidak puas, orantuaki memeriksakan aku ke RSCM dan dirujuk ke ortopedi. Akupun diduga mengalami rematik otot atau TBC tulang sehingga dirujuk lagi ke RS Premier Jatinegara. Namun, karena biaya lab yang besar, aku kembali lagi ke RSCM Kencana, sampai akhirnya bertemu dr. Murti yakin mendiagnosa ku mengalami leukimia.

Saat ini leukemianya sudah menyebar. Aku tidak dapat berjalan karena tulangku masih bermasalah. Tapi dengan melakukan terapi, aku sudah mengalami kemajuan, sekarang aku bisa menggerakan tanganku.

Saat ini aku adalah Anak Pita Kuning, aku dan keluarga merasa terbantu sekali dengan dukungan dari Pita Kuning. Terlebih karena kedua orangtuaku sudah tidak bekerja. Kami merasa sangat terbantu dengan segala bantuan Pita Kuning. Terima kasih Pita Kuning..

Halo, namaku Ilham Hadiwinata, biasa dipanggil Ilham. Aku lahir di Tangerang, 8 April 2001, kini aku berusia 15 tahun.

Pada bulan Juni 2015 perutku mulai membengkak, namun badanku terus mengurus. Kondisi ini berlangsung selama satu bulan. Awalnya aku dikira kurus karena berpuasa. Akan tetapi saat itu aku sempat kejang dan demam.

Setelah itu, aku dibawa ke IGD RS Siloam Karawaci. Saat itulah aku pertama kali didiagnosa dengan Leukimia. Hal ini membuat kedua orang tuaku yang berprofesi sebagai petani merasa terpukul dan kesulitan. Untuk membiayai hidup sehari-hari saja sulit, apalagi harus membiayai pengobatanku.

Beruntung saat ini aku sudah bergabung bersama Pita Kuning, beban kedua orang tuaku jadi berkurang dan mereka bisa tersenyum bahagia.

Terima kasih Pita Kuning..

[Meninggal pada tanggal 31 Agustus 2017]

 

Halo namaku adalah Rasyid Amrullah

Teman-teman biasa memanggilku Ocit. Aku lahir di Jakarta, 5 Mei 2013 dan saat ini aku berusia 3 tahun.

Awal mula kanker, aku sering mengalami demam. Kemudian muncul bintik-bintik berair di tanganku. Seiring berjalan waktu limpa dan hatiku semakin membesar, dan ketika buang air besar kotoranku berwarna hitam.

Aku pun kemudian dibawa ke puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng. Aku dirawat selama 1 minggu di sana, hingga pada akhirnya aku  didiagnosa leukemia. Terakhir aku harus dirujuk ke RS Harapan Kita.

Karena orangtuaku hanya berprofesi sebagai cleaning service, orangtuaku kesulitan membiayai kebutuhanku sehari-hari. Beruntung kami dapat tergabung menjadi keluarga Pita Kuning. Kini aku adalah Anak Pita Kuning. Aku dan keluarga merasa terbantu dengan bantuan dari Pita Kuning.

Terima Kasih Pita Kuning