
Makanan yang Dibakar Memicu Kanker, Mitos atau Fakta?
Pertanyaan tentang makanan yang dibakar memicu kanker mungkin banyak ditanyakan oleh penggemar sate, iga, ataupun ayam bakar. Belum lagi nikmatnya All You Can Eat yang kerap menawarkan makanan dengan cara di-grill. Mungkin semakin sulit bagi kamu untuk menghindari hidangan nikmat tersebut, apalagi disantap bersama teman dan keluarga. Namun dibalik nikmatnya makanan yang dibakar, ternyata ada risiko pemicu kanker. Hal ini karena makanan yang dibakar mengandung karsinogen HAA (Heterocyclic Aromatic Amines) yang berbahaya bagi kesehatan.
Berkenalan Lebih Jauh dengan HAA
Daging memang perlu dimasak dengan suhu tertentu agar makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Selain itu, pemanasan daging juga dapat menciptakan aroma dan rasa yang kita inginkan. Namun, Skog et al. (2000) melaporkan bahwa makanan yang dibakar dengan pemanasan drastis, baik dipanggang dengan metode grilling atau roasting dapat meningkatkan kandungan HAA secara signifikan. Wang et al. (2019) melaporkan bahwa beberapa jenis HAA (Heterocyclic Aromatic Amines) telah diklasifikasikan sebagai karsinogen dan produk sampingan yang berbahaya bagi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.
Pais et al. (1999) dalam Wang et al. (2019) menjelaskan bahwa HAA adalah produk sampingan yang berbahaya dari perlakuan panas pada produk hewani. Pembentukan HAA dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu:
- Faktor Intrinsik, yaitu kadar jenis asam amino dan gula serta karakteristik matriks pangan
- Faktor ekstrinsik, yaitu kondisi pemanasan (seperti suhu, penggunaan bara api secara langsung dsb) dan metode penyiapan pangan sebelum pemanasan (marinasi, bahan tambahan, dll)
Jadi jangan heran jika kamu memasak daging dengan bahan marinasi dan suhu yang berbeda, mempengaruhi kadar HAA yang berbeda pula.
Signifikansi HAA menyebabkan kanker pada manusia tergantung dari latar belakang genetiknya. Individu yang memiliki latar belakang genetik dengan peningkatan resiko kanker bisa jauh lebih sensitif terhadap HAA dibanding orang normal.

Bagaimana Meminimalisir Kadar HAA pada Makanan?
Untuk meminimalisir kandungan HAA, kamu bisa mengaplikasikan cara-cara berikut jika sedang memasak daging yang dibakar. Beberapa diantaranya yaitu:
- Memilih pemanis yang tepat untuk marinasi
Seperti yang kita tau, bahwa salah satu faktor intrinsik pembentukan HAA adalah gula. Sehingga alternatif yang bisa digunakan adalah menggunakan madu untuk memberi rasa manis saat marinasi. Sebuah penelitian (Hasnol et al ., 2014) mengevaluasi efek dari berbagai jenis gula pada pembentukan HAA dalam ayam bakar. Hasilnya, marinasi menggunakan madu dapat menurunkan kadar HAA dibanding gula merah atau gula pasir.
- Menambahkan Sayur, Buah, dan Rempah
Apakah Tidak Boleh Konsumsi Makanan yang Dibakar Sama Sekali?
Makan makanan yang dibakar tidak dianjurkan bagi orang yang sensitif terhadap HAA. Konsumsilah makanan yang dibakar dengan kuantitas secukupnya. Jangan lupa diimbangi dengan sayur, buah, dan rempah. Selain itu, kamu juga bisa memilih madu sebagai alternatif penggunaan gula untuk marinasi daging yang akan dibakar agar meminimalisir kandungan HAA dan meminimalisir resiko terjadinya kanker. Selalu perhatikan pola makan, agar kesehatan kamu terus terjaga.
Begitu juga dengan Anak Pita Kuning yang memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang. Seperti pemenuhan bantuan gizi seimbang yang telah dilakukan Mitra Pita Kuning yakni MyMeal Catering. Tentunya, Pita Kuning juga rutin menyalurkan pemenuhan paket nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Anak Pita Kuning setiap bulan, berupa vitamin, susu, dan buah-buahan. Kamu juga bisa berkontribusi untuk membantu Anak Pita Kuning dengan memberi donasi rutin atau donasi kebutuhan pokok.
SUMBER:
Saputro, E. (2020). Telaah Pustaka: Heterocyclic Aromatic Amines (HAA), Karsinogen Pemicu Kanker dalam Olahan Daging Panggang/Bakar/Goreng. Jurnal Kewidyaiswaraan, 5(1), 36-47.






