Bjorka jadi nama yang sering disebut jagat Indonesia akhir-akhir ini. Kontroversi peretasan data yang dilakukan Bjorka terhadap deretan tokoh besar jadi pusat perhatian dunia maya. Meski begitu, ada beberapa ‘kebocoran’ data yang datangnya bukan karena pengaruh eksistensi Bjorka. Data tersebut adalah jumlah penyebaran anak dengan masing-masing kasus kanker di Indonesia yang tersebar luas di internet.
Bak Diretas Bjorka, Data Jumlah Anak Kanker Tersebar Luas di Internet
Bjorka menyenggol deretan nama penting di Indonesia dengan cuitan Twitter berisikan peretasan dokumen yang berkaitan dengan Joko Widodo, Badan Intelijen Negara, Luhut Pandjaitan, dan masih banyak lagi. Merespon ulah Bjorka, pemerintah menyampaikan janji agar lebih maksimal melindungi data dan menjadikan peristiwa ini sebagai tanda waspada kemungkinan peretasan yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Sementara itu, sosok di balik Bjorka disebut-sebut sudah teridentifikasi oleh tim dan polisi, namun belum bisa teridentifikasi (dilansir dari detik.com).
Berbeda dengan penyebaran data milik pemerintah yang dilakukan Bjorka, data-data tidak kalah penting juga tersebar luas di internet. Sayang, perhatiannya luput dari masyarakat. Data jumlah anak dengan kanker di Indonesia, misalnya. Penyebaran informasi ini justru sengaja disebarluaskan di internet oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesadaran penyakit dengan konsekuensi besar yang berpotensi menghampiri usia anak-anak.
Sengaja Disebarluaskan, Perhatiannya Justru Luput dari Berbagai Pihak

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs P2PTM Kemenkes RI, kanker merupakan sel yang pertumbuhannya tidak terkendali, terus bertambah, dan bersifat immortal (tidak dapat mati). Kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Terdapat beberapa jenis kanker yang kerap menghampiri anak-anak (berusia di bawah 18 tahun, termasuk yang masih di dalam kandungan). Menurut Srikandi (Sistem Registrasi Kanker di Indonesia) pada tahun 2005-2007, terdapat setidaknya 9 dari 100.000 anak berusia 0-17 tahun memiliki kanker. Jika ditelisik lebih jauh, anak berusia 0-5 tahun angka kejadiannya lebih tinggi yakni 18 dari 100.000 anak. Sedangkan 5-14 tahun, sejumlah 10 dari 100.000 anak.
Berikut data jumlah anak kanker (dengan jenis kanker terbanyak) di Indonesia:
- Leukemia merupakan kanker tertinggi pada anak (2,8 per 100.000)
- Retinoblastoma (2,4 per 100.000)
- Osteosarkoma (0,97 per 100.000)
- Limfoma maligna (0,75 per 100.000)
- Karsinoma nasofaring (0,43 per 100.000)
- dan Neuroblastoma (10,5 per 1.000.000)
BACA JUGA: 5 Hal Menarik Tentang Deteksi Dini Kanker pada Anak
Luputnya perhatian berbagai pihak terhadap kesadaran pentingnya kasus kanker anak terefleksi dengan tingkat survival rate yang rendah di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, masih ada kesenjangan angka penyembuhan kanker anak (survival rate) antara high income dan low income country. High income country memiliki survival rate hingga 80%, sedangkan low income country hanya 20% saja. Ketimpangan ini timbul karena beberapa hal, seperti:
- Masih banyak anak yang tidak terdiagnosis
- Sudah terdiagnosis, tapi tidak terdeteksi
- Sudah terdiagnosis, sudah terdeteksi, tapi tidak ditindaklanjuti
- Supportive care yang masih perlu ditingkatkan
- Relapse (kambuh, mengulang protokol pengobatan dari awal lagi)
Dari salah satu poin di atas, terlihat bahwa survival rate rendah dipengaruhi oleh banyaknya anak yang tidak terdiagnosis, tidak terdeteksi, atau tidak ditindaklanjuti. Berbagai variabel mungkin mempengaruhi hal tersebut seperti minimnya edukasi masyarakat terhadap kanker anak, terlambatnya peran pemerintah dalam menangani kasus kanker anak, dan lain sebagainya.
Meski demikian, masih terbuka kemungkinan bagi anak dengan kanker di Indonesia untuk dapat mencapai tingkat survival rate yang sama seperti high income country.
Yuk, Bantu Anak dengan Kanker di Indonesia!
Kerja sama dibutuhkan untuk mencapai tingkat survival rate yang sama seperti high income country. Selain kebijakan pemerintah, ada berbagai hal yang bisa kamu lakukan sekarang demi membantu anak dengan kanker khususnya dari keluarga prasejahtera. Keikutsertaanmu dapat membuka peluang untuk anak dengan kanker agar mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik hari ini.
Tunjukan peranmu untuk 47 anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera dampingan Pita Kuning yang berdomisili di Jabodetabek, Yogyakarta, Medan, dan Bali. Berbagai peran dapat kamu pilih; menjadi donatur, menjadi relawan, atau bermitra dengan Pita Kuning. Kamu juga dapat menunjukan semangat untuk Anak Pita Kuning dengan membagikannya di media sosial dan tag Instagram @Pita_Kuning atau dengan menonton Youtube Pita Kuning.
Kami mengapresiasi apapun peran yang kamu pilih demi tercapainya kualitas hidup anak kanker yang lebih baik. Terima kasih telah menunjukan kepedulianmu!











