Apa yang Menjadi Penyebab Kanker Darah pada Anak?
Penyebab kanker darah pada anak menjadi hal yang perlu diketahui oleh setiap orang tua agar dapat mendeteksinya sedini mungkin.
Dirilis dari Kemenkes Indonesia, kanker darah atau biasa disebut dengan leukemia adalah penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Biasanya ditandai oleh proliferasi sel-sel darah putih dengan manifestasinya yang berupa sel-sel abnormal dalam darah tepi (sel blast) secara berlebihan yang menyebabkan terdesaknya sel darah yang normal sehingga mengakibatkan fungsinya terganggu.
Meski belum diketahui penyebab secara pasti mengenai penyebab kanker darah pada anak, ternyata ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kanker darah (Leukemia) itu sendiri. Dilansir dari alodokter, salah satu penyebab kanker darah yakni ketika anak memiliki kelainan genetik seperti sindrom down, sindom Li-frameuni, Neurofibromatosis, dan anemia fanconi.
Selain faktor di atas, terdapat juga faktor eksternal yang meningkatkan risiko terjadinya kanker darah pada anak seperti terkena paparan radiasi, maupun ibu hamil yang kerap mengkonsumsi alkohol. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai keakuratan faktor eksternal tersebut.
BACA JUGA: Apa Itu Karsinogenesis?
5 Gejala Kanker Darah (Leukemia) pada Anak
Masih dilansir dari Alodokter yang ditinjau oleh dr. Merry Dame Cristy Pane, terdapat setidaknya 5 gejala kanker darah pada anak yang perlu menjadi perhatian orang tua. Melalui beberapa gejala di bawah, mama/papa dapat segera periksakan ke dokter sebelum anak mengalami gejala lain yang lebih serius:
- Mudah mengalami pendarahan
Trombosit (keping sel darah) pada anak yang mengalami leukemia telah mengalami penurunan. Sehingga, proses pembekuan pada darah pun terhambat dan anak lebih mudah mengalami pendarahan. Akibatnya, anak sering mengalami mimisan, luka memar, hingga gusi berdarah.
- Mudah terinfeksi
Ketika anak mengalami leukemia, sel darah putih tidak berfungsi secara normal. Anak pun menjadi lebih mudah terkena infeksi yang mana hal ini bisa menimbulkan demam yang berkepanjangan pada anak.
- Memiliki wajah pucat
Penurunan kadar sel darah merah (eritrosit) pada anak yang memiliki kanker darah, berakibat pada turunnya hemoglobin. Anakpun kerap mengalami anemia hingga terlihat pucat dan lesu.
- Sulit bernapas
Pembengkakan di leher yang dipengaruhi oleh kelenjar trimus menyebabkan trakea pada anak tertekan hingga ia sulit bernapas. Selain itu, sulit bernapas juga dapat dipengaruhi oleh penumpukan sel abnormal di pembuluh darah paru-paru.
- Hilangnya nafsu makan
Sel abnormal juga dapat menumpuk di hati, ginjal, atau limpa. Hal ini membuat nyeri pada perut, sehingga anak kehilangan nafsu makannya.
Anak dengan Kanker Darah Perlu Bantuan
Anak dengan kanker darah yang berasal dari keluarga pra-sejahtera saat ini butuh bantuan. Beberapa diantaranya yakni Anak Pita Kuning/APK Iffah (6 tahun), APK Talita (7 tahun), APK Dhika (15 tahun) dan APK-APK lainnya. Bersama dengan dukungan dari kamu, anak dengan kanker darah di Pita Kuning dapat meningkatkan kualitas hidup dari segi kecukupan nutrisi, pendidikan, tempat tinggal, hingga mendapat layanan pendampingan. Bantu anak dengan kanker sekarang, agar kanker darah tidak menjadi alasan penghambat cita-citanya di masa yang akan datang.







