Kabar baik! Vaksin kanker serviks untuk anak, gratis dan diwajibkan oleh pemerintah mulai tahun 2023 mendatang.

Kanker Serviks: Penyumbang Kematian Terbesar Perempuan
Kanker serviks adalah penyakit yang kerap menghampiri perempuan dan menjadi masalah kesehatan global. Umumnya, kanker serviks terjadi di negara berkembang dan menjadi penyumbang kasus kematian tertinggi yang menghampiri perempuan. Terlebih, jumlah terdapat peningkatan pasien kanker serviks dari tahun ke tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKERDAS) melansir bahwa jumlah pasien kanker serviks di Indonesia mencapai 98.692 pada tahun 2013.
Keterlambatan diagnosis, status sosial ekomi yang rendah, keterbatasan sumber daya dan prasarana menjadi beberapa faktor yang menenetukan prognosis (prediksi kesembuhan) pengidap kanker serviks.
Studi yang dilakukan oleh Wijaya (2000) menunjukan bahwa peningkatan terjadinya risiko kanker serviks dipengaruhi oleh pola perilaku. Contohnya, perempuan yang berhubungan seksual di bawah umu 20 tahun akan lebih berisiko terkena kanker serviks sebanyak 2X lipat dibanding perempuan berusia lebih dari 20 tahun. Tak hanya perilaku berhubungan seksual, kanker serviks juga dipengaruhi oleh kurangnya kebersihan daerah kewanitaan. Buruknya kebersihan genital meningkatkan risiko kanker serviks sebanyak 36X lipat dibanding kebersihan genital yang baik.
Perlu menjadi perhatian untuk seluruh perempuan, bahwa penggunaan pembalut tidak berkualitas menggunakan pemutih (dioksin) dapat menghambat sirkulasi udara pada daerah kewanitaan. Dioksin dapat menguap apablia bereaksi dengan darah menstruasi, sehingga dicurigai menjadi faktor risiko terjadinya kanker serviks (Kartikawati, 2012). Organ kewanitaan akan menjadi lembab dan merangsang perumbuhan bakteri patogen yang menyebabkan kanker serviks apabila menggunakan pantyliner terus menerus (Wijaya, 2010).
Vaksin Kanker Serviks Mulai Tersedia Tahun 2023
Pemerintah mencegah kasus terjadinya kanker serviks di Indonesia, dengan menyediakan vaksin kanker serviks mulai tahun 2023 yang akan datang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Pemberian Vaksin HPV (Human Pappiloma Virus) akan disediakan secara gratis, dengan target sasaran kelompok anak perempuan usia Sekolah Dasar. Sementara, kelompok perempuan usia remaja dan dewasa dapat melakukan vaksin secara mandiri dan berbayar di fasilitas kesehatan.
“Ini beda dengan Covid-19, yang sudah pernah sakit bisa divaksin. Kalau kanker serviks, ini enggak berlaku. Sudah kanker, vaksin enggak ada gunanya.”
– Andi Dharma Putra, Konsultan onkologi ginekologi dan anggota Satgas Vaksinasi Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI)
Lebih jelasnya, Vaksin HPV diberikan untuk anak usia 10-13 tahun sebanyak dua kali vaksin, dengan rentang 6-12 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin tersebut akan diikutsertakan dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Vaksin HPV adalah salah satu vaksin yang tidak menyebabkan infeksi, sehingga aman untuk ibu yang menyusui. Reaksi yang ditimbulkan setelah vaksinpun amat jarang. Biasanya, target vaksin akan mengalami ngilu pada otot lengan selama 20 menit. Selebihnya, keadaan kian membaik.
Pentingnya Pencegahan dan Pengobatan Kanker untuk Anak!
Mengingat risiko bahaya terjadinya kanker serviks oleh masyarakat di Indonesia, pemerintah sampai menjalankan gerakan vaksin kanker serviks untuk anak-anak. Memang, kanker pada usia anak-anak tidak dapat dicegah tapi dapat dideteksi sedini mungkin. Karena itu, bila anak tidak menunjukan gejala kanker, baiknya mama dan papa melakukan upaya-upaya menurunkan resiko terjadinya kanker seperti mengikutsertakan anak untuk vaksin atau memberikan anak sumber nutrisi seperti buah dan sayur.
Saat ini, terdapat 47 Anak Pita Kuning yang masih berjuang melawan kanker dari keluarga pra-sejahtera. Saatnya bantu anak dengan kanker di Pita Kuning memenuhi kebutuhan pengobatan, pemenuhan nutrisi, hingga pendidikan. Jangan lupa bantu sebarkan info ini juga, ya!
SUMBER:
Maurida, N., Sukartini, T., & Indarwati, R. (2019). Persepsi Keparahan Kanker Serviks dan Keteraturan Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks. Jurnal Penelitian Kesehatan” SUARA FORIKES”(Journal of Health Research” Forikes Voice”), 10(3), 215-218.
Artikel CNN Indonesia “Mengenal Vaksin Kanker Serviks yang Jadi Vaksin Wajib dan Gratis” (2022)






